AnggaranHeadlineLombok TengahSosialTak Berkategori

Bumdes Pandan Indah dinilai Tidak Transparan dan Profesional

PRAYA, QOLAMA. COM | Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Desa Pandan Indah, Praya Barat Daya dinilai masyarakatnya tidak dikelola secara transparan dan profesional sehingga masyarakat tidak mengetahui perkembangan badan Usaha desa tersebut apakah untung atau malah buntung.

Penilaian itu disampaikan masyarakat Desa Pandan Indah yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPD) saat Hearing ke Kantor Desa mereka , Sabtu (27/6/2020) Hari ini.

Koordinator AMPD Burek, menegaskan Pemdes tidak profesional dan transparan dalam mengelola dana desa karena lembaga ini tidak pernah mempertanggungjawabkan pengelolaan desa bahkan diduga ada uang yang Bumdes yang di perpinjamkan kepada masyarakat dan belum dikembalikan hingga hari ini.

“Kami datang untuk mempertanyakan BUMDES ini, sudah berjalan 4 tahun tapi kok tidak ada progresnya sama sekali, bahkan kami mendengar ada dana Bumdes yang di pinjamkan ke masyarakat, kami butuh tau persoalan itu” Ungkap Burek.

Selama 4 tahun ini kata Burek, ia mendapat informasi BUMDES Desa Pandan Indah sudah menguras dana desa cukup banyak. Tahun 2017 Bumdes mendapatkan dana sebesar 63 juta, 2018 sekitar 83 juta, dan 2019 sebesar 95 juta.

“Dana Desa mengalir ke lembaga usaha ini begitu besar, tapi perkembangan bagaimana? untung atau buntung kita tidak tahu.” Ungkap Burek.

Hal senada disampaikan H. Yahya, pengelolaan BUMDES selama ini sangat tertutup dan tidak banyak diketahui masyarakat desa termasuk laporan keuangan dan perkembangan usahanya.

“Uang yang dikelola Bumdes ini bukan uang pribadi kepala Desa, ketua Bumdes ataupun BPD, itu uang masyarakat, jadi harus transparan. Ini kami dengar banyak uang bumdes yang dipinjamkan dan belum dikembalikan. Kami mempertanyakan bagaimana pengurus bumdes menjawab ini” Ungkapnya.

Ketua Bumdes Pandan Indah Marudin menjawab kritik AMPD terkait transparansi dana Bumdes. Menurutnya, saat ini Bumdes telah sangat transparan dan siap mempertanggungjawabkan dana-dana yang digunakan.

“Kami mengakui selama 4 tahun ini, mungkin Bumdes belum bisa maksimal berkontribusi untuk masyarakat desa, termasuk juga bagi PADes Desa tetapi terkait transparansi dan tanggungjawab kami memastikan akan mempertanggungjawabkannya, tapi nanti ada waktunya” Ungkap Marudin

Terkait dana yang masih dipinjam oleh masyarakat dan belum dikembalikan, Marudin menyatakan saat ini terus dalam proses penagihan.

“Semuanya siap kami pertanggungjawabkan, kami berjanji pada evaluasi akhir tahun nanti permasalahan ini akan selesai”. Janjinya

Sementara itu Kepala Desa Pandan Indah Anhar menyatakan, untuk segala urusan terkait BUMDES ia telah serahkan ke pengurus Bumdes. Ia sangat sepakat terkait anggaran Bumdes yang harus dikelola secara profesional dan transparan sehingga badan usaha ini dapat diketahui apakah untung atau tidak.

“Terimakasih kami telah diingatkan, kami memang mengakui selama ini kurang memperhatikan Bumdes, dengan hearing-hearing semacam ini paling tidak kami jadikan bahan evaluasi kami dalam bekerja lebih baik kedepannya”, Pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: