HeadlineKesehatanLombok Tengah

Dua Pasien Positif Covid-19 di Janapria Diduga Salah Alamat

PRAYA, QOLAMA.COM | Jelang tujuh hari paska hari raya Iedul Fitri, jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah. Di rilis Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB pada Sabtu, (30/5/2020) hari ini, 42 kasus baru kembali terkonfirmasi positif sehingga totalnya jumlah positif Covid-19 hingga hari ini di NTB berjumlah 636 orang.

Yang mengejutkan, dari 42 kasus baru tersebut terdapat dua inisial pasien positif dari Kecamatan Janapria yang diduga salah alamat dalam penulisan Desa. Kedua orang tersebut masing-masing adalah Pertama seorang laki-laki berinisial H usia 29 Tahun dan seorang lagi laki-laki berinisial AM usia 38 tahun, keduanya dalam rilis ditulis berasal dari Desa Janapria, Kecamatan Janapria.

Namun setelah dikonfirmasi ke sejumlah warga di desa Janapria hingga Sabtu, (30/5/2020) malam, tak satupun warga di desa tersebut yang mengetahui ada warga desa Janapria yang dinyatakan positif Covid-19.

“Tak ada ribut-ribut disini, tak ada cerita, malah kami dengar pasien itu dari desa lain” Kata seorang warga yang tak ingin namanya dipublikasikan.

BACA BERITA TERKAIT :

Salah Alamat, Rilis Satgas Covid-19 Disayangkan Berbagai Pihak di Loteng

Camat Janapria H. Mahlan, S.Sos ketika di konfirmasi, setengah membenarkan adanya dugaan kesalahan penulisan alamat dalam Rilis tersebut. Dikatakannya, menurut informasi yang ia terima, ternyata dua orang tersebut bukan berasal dari desa Janapria melainkan 1 dari desa Durian dan 1 lagi dari Desa Selebung.

“Tadi ada Kapolsek juga, ternyata dua orang itu bukan dari Desa Janapria, tapi dari Desa Durian dan Desa Selebung, salah alamat” Terangnya.

Namun demikian, kata H. Mahlan, S.Sos, ia masih akan memastikan kembali soal kebenaran informasi yang diterimanya tersebut.

“Saya belum pastikan kebenarannya, saya lagi di Pendopo, sedang acara pisah kenal dengan Kapolres” Tutupnya.

Sementara itu, penelusuran Qolama kepada salah seorang keluarga yang diduga keluarga H dari Desa Durian membenarkan jika keluarganya inisial H tersebut telah positif. Hal ini ia tegaskkan setelah ia ditelepon keluarganya di kampung.

“Ya barusan saya ditelepon dari Rumah, dia (Pasien H. Red) sudah positif dan sudah dibawa ke tempat karantina di Praya,” Jelasnya saat dihubungi Qolama.com Via Telepon Sabtu, (30/5/2020) Malam.

Dikatakannya, menurut informasi yang ia terima, ada 11 orang teman H yang juga dinyatakan positif dan sama-sama bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, termasuk salah seorang yang berinisial MA yang katanya berasal desa Selebung.

“Tapi dia (Pasien H. red) tidak sakit, dia dalam keadaan sehat” Pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: