EkbisHeadlineSosial

Guru To’i; Bahasa Masih Jadi Kendala Lulusan BLKI Bisa Bekerja di Luar Negeri.

LOMBOK TIMUR – QOLAMA.COM | Kemampuan bahasa, terutama bahasa Inggris menjadi salah satu kendala dihadapi lulusan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk BLK Internasional bisa terserap lapangan kerja di luar negeri

Temuan tersebut terungkap dari hasil kunjungan kerja Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, ke BLK Internasional, Lombok Timur, Senin 29 Juni 2020.

“Setelah mendengarkan pemaparan dari pihak BLK Internasional, salah satu kendala kenapa lulusan tidak banyak bisa terserap lapangan kerja, khususnya di luar negeri, salah satunya karena terkendala kemampuan bahasa inggris yang masih lemah” kata Anggota Komisi V DPRD NTB, yang juga Sekretaris Fraksi PKB, Akhdiansyah.

Dengan kondisi tersebut, sudah menjadi kewajiban Pemprov NTB mendorong dan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhkan BLKI, sehingga lulusan dihasilkan benar – benar berkualitas dan siap kerja.

Lebih – lebih dengan keberadaan NTB sebagai salah satu destinasi wisata dengan KEK Mandalika, selain banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, juga menjadi incaran investor menanamkan investasi dan membangun, tentu membutuhkan banyak tenaga kerja dan tenaga lokal harus menjadi prioritas untuk dipekerjakan.

“Komisi V melihat ada banyak celah yang bisa diintervensi Pemprov NTB di BLKI Lombok Timur, terutama kaitannya dengan daya serap tenaga lokal”

Lebih lanjut mantan aktivis NGO yang banyak melakukan kerja dan advokasi bidang anggaran dan kemanusiaan tersebut menambahkan, ada dua celah yang bisa diintervensi Pemprov NTB guna mencapai tujuan tersebut.

Menyediakan sarana atau fasilitas penunjang dibutuhkan BLKI guna meningkatkan Skill lulusan dihasilkan. Memberikan arah yang jelas kemana lulusan dihasilkan nantinya setelah selesai pelatihan.

“Itu bisa dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan, BUMN atau BUMD yang beroperasi di NTB, termasuk dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola KEK Mandalika” kata pria yang akrab disapa Guru To’i tersebut.

Kepala BLKI Kabupaten Lombok Timur, Sabar mengakui bahwa salah satu persoalan dihadapi masyarakat NTB bisa mengakses lapangan kerja formal terutama di luar negeri, salah satunya karena masih banyak terkendala kemampuan bahasa Inggris yang lemah.

Peran Pemprov NTB tentu diharapkan, bagaimana menggerakkan semua BLK yang ada di kabupaten dan kota, sebelum diberikan peningkatan kompetensi dan kapasitas di BLKI Lotim.

“Kemampuan bahasa Inggris masih jadi salah satu kendala, makanya nanti para anggota dewan NTB akan menindaklanjuti hasil Kungker sekarang, supaya masyarakat diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan memadai, khususnya terkait kemampuan bahasa” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: