HeadlinePertanian

Harga Tembakau Rendah, Pemprov NTB Dinilai Gagal Lindungi Petani.

MATARAM – QOLAMA.COM | Rendahnya harga tembakau petani Provinsi Nusa Tenggara Barat pada musim tanam tahun ini dinilai sebagai bentuk kegagalan dari Pemprov NTB melindungi petani dari permainan perusahaan dan para spekulan yang memainkan harga.

“Murahnya harga tembakau petani musim tanam sekarang, jelas menjadi bukti kegagalan pemerintah melindungi nasib petani” kata salah satu anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lombok Tengah, Awan, kepada Qolama.com, Kamis (17/10/2019).

Dikatakan, dalam kondisi apapun, pemerintah semestinya bisa melindungi petani, baik melalui kebijakan diberlakukan, maupun dengan melakukan intervensi langsung kepada perusahaan yang membeli.

Intervensi bisa dilakukan, dengan meminta perusahaan membeli tembakau petani dengan harga yang layak. Kalau perusahaan tidak mau, izin bisa dievaluasi bahkan bisa dicabut, kalau keberadaannya tidak bisa mengakomodir kesejahteraan petani.

“Jangan sampai petani dibiarkan berjuang sendiri, dan pemerintah terkesan lepas tangan, jelas tidak akan bisa, tanpa campur tangan pemerintah selaku pemangku kebijakan” katanya.

Kedepan perlu dibuatkan regulasi yang lebih yang lebih kongkrit, melindungi kepentingan petani tembakau, agar tidak menjadi korban permainan para spekulan dan perusahaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Husnul Fauzi sebelumnya mengatakan, Pemprov NTB akan bersurat agar perusahaan melakukan pembelian sebagai solusinya dan meminta masyarakat tidak hawatir dan tetap berproduksi dengan baik.

Dikataka, Pemprov NTB mendorong agar petani berproduktifitas yang lebih baik dengan treatment-treatment tertentu yang notabenenya selama dua tahun yang sebelumnya dapat ditingkatkan kenaikan produktivitas produksi menjadi 1,9 ton/hektar daun kering.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga

Close
Back to top button
Close