HeadlinePariwisata

Kemeriahan Barapan Kerbau di Acara Festival Moyo Sumbawa.

SUMBAWA – QOLAMA.COM | Lomba barapan kerbau menjadi salah pertunjukkan yang memeriahkan cara festival Moyo, Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketua Panitia Barapan Kerbau atau Saka Buffalo Race Series World Championship 2019 Hendri Sumarto menuturkan, Saka Buffalo Race Series kental dengan nuansa mistis. “Event ini sangat khas dan otentik”, ungkapnya disela-sela acara di Sirkuit Sumer Payung, Karang Dima, Sumbawa” kata Hendri Ia menjelaskan, misalnya untuk menancapkan Saka saja, diperlukan ritual khusus. Ritualnya adalah Pasuk Sakaocu. Persinil yang menancapkan Saka pun harus seorang Sandro. Atau seorang ahli spiritual dengan kemampuan metafisika lebih. Melalui doa, Sandro harus melindungi seluruh peserta dari potensi negatif yang merugikan. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menuturkan, event sangat khas dan otentik. Ada banyak ornamen, bahkan mistis. Event ini memiliki pasar kuat mancanegara. Buktinya, rombongan wisman mau menunggu dan ikut terlibat di dalamnya. “Hanya saja, slot khusus bagi wisatawan harus diberikan. Mereka bisa mencoba sensasi Saka Buffalo Race Series dengan memakai kerbau khusus. Yang tidak terlalu liar dan itu bisa dipaketkan,” tutur Rizki. Saka Buffalo Race Series juga mengedapkan ‘sport science’. Ada beragam treatment yang dilakukan untuk menghasilkan kerbau pacu unggul. Kerbau pun diberi makan teratur 3 kali sehari dengan rumput segar. Setiap pekan diberi jamu khusus berupa, rempah, madu, dan telur ayam kampung. Jelang perlombaan, jamu ini juga diberikan.

1 2Laman berikutnya

Cek juga

Close
Back to top button
Close