EkbisHeadline

Kerajinan Tembolak Ditengah Menjamurnya Tudung Saji Moderen.

LOMBOK TIMUR – QOLAMA.COM | Salah satu produk kerajinan tradisional Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masih tetap dibuat hingga sekarang adalah kerajinan tembolak.

Hasil kerajinan tembolak biasa digunakan sebagai penutup sajian makanan yang ditaruh dalam nampan, agar tidak dihinggapi lalat, terkena debu atau kotoran lain. Kerajinan tembolak biasa banyak digunakan sebagai penutup sajian makan ketika acara syukuran atau acara begawe merariq (pesta nikahan) ala masyarakat pedesaan.

Dusun Perenang, Peresak dan Desa Terentem, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu penghasil kerajinan tembolak. Sebagian masyarakat sampai sekarang masih tekun menghasilkan kerajinan tembolak untuk dijual secara eceran, maupun dalam jumlah besar di sejumlah pasar tradisional Pulau Lombok, khususnya Lombok Timur.

Murni, salah satu pengrajin tembolak mengatakan bahwa, walaupun sudah banyak tudung saji plastik namun kerajinan tembolak tetap laku di pasaran dan masih diminati masyarakat. Lebih ketika memasuki musim nikahan di kampung tiba.

“Kerajinan tembolak sampai sekarang masih eksis dan tidak pernah tergeser walapun sudah banyak masyarakat yang beralih menggunakan tudung saji plastik” cerita Murni kepada Qolama.com sambil sibuk merangkai kerajinan tembolak, Senin 16 Februari 2020.

Dikatakan, meski tudung plastik telah banyak dijual di pasaran, permintaan hasil kerajinan tembolak tetap banyak dari masyarakat dan tetap laku dinual dipasaran, kalu tidak laku, tidak mungkin pengrajin masih tetap mau membuat sampai sekarang.

Untuk Peroses pembuatan hasil kerajinan tembolak pengrajin biasany bisa menyelesaikan 10 sampai 15 biji tembolak dalam satu minggu, tergantung tekun dan tidaknya, karena sebagian di antara pengerajin, menjadikan pembuatan kerajinan tembolak sebagai pekerjaan sampingan.

“Hasil kerajinan tembolak yang telah jadi dibuat bisanya dijual di pengepul dalam bentuk setengah jadi dan belum dicat atau dibuatkan gambar bunga menggunakan benang atau cat” katanya.

Asrah salah satu pengepul hasil kerajinan tembolak mengatakan, untuk harga, 20 biji hasil kerajinan yang belum dikasih warna, dirinya membeli ke pengerajin dengan harga Rp. 200.000. Setelah dicat biasa di pasarkan dengan kisaran harga Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 per biji.

Ia menambahkan kerajinan tembolak biasa laris ketika ada acara-acara budaya dan keagamaan tidak sedikit masarakat yang membeli dalam jumlah besar untuk kebutuhan penutup sajian makanan menggunakan nampan.

“Kalu sudah musim nikahan, syukuran atau acara keagamaan lain, tembolak biasa laris” tutupnya.

Contributor Lombok Timur : Sufardi

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: