HeadlineKesehatan

Pasien Covid-19 Di Loteng Terus Bertambah, Warga Tetap Selow Boy! Mancing Jalan Teruss!

PRAYA, QOLAMA.COM | Rilis Satgas Covid-19 Provinsi NTB Hari ini, terdapat 2 (dua) kasus kematian baru pada pasien yang telah dirawat dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Kedua pasien itu masing-masing laki-laki inisial H (66 tahun) penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dan Perempuan inisial J (62 tahun), penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

BACA JUGA :

Masuk NTB, Wajib Negatif Covid-19 dan Jalani Karantina.

Guru To’i Minta Pemprov NTB Perhatikan Nasib Pesantren Selama Covid-19

Soal Tudingan Keluarga Gubernur Terlibat JPS Gemilang, Kadis UMKM Pasang Badan.

Dengan adanya dua tambahan kematian baru ini tercatat hingga hari ini, Senin 1 Juni 2020, angka kasus kematian akibabt Covid-19 di NTB berjumlah 13 Orang

Sementara untuk tambahan pasien positif hari ini adalah 18 (delapan belas) sehingga total jumlah pasien positif secara keseluruhan di NTB sebanyak 670 orang.

“Perinciannya 292 orang sembuh,13 meninggal dunia dan 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik.” Tulis Satgas Covid-19 Provinsi NTB.

Khususnya kasus Covid-19 di Lombok Tengah, pasien positif selama 3 hari terakhir didominasi petugas kesehatan. Bahkan sebuah pesan berantai yang beredar di group-group Whatsapp, diantara para petugas kesehatan tersebut terdapat sejumlah nama Dokter spesialis mulai dari spesialis penyakit dalam hingga dokter spesialis anak.

Warga Tetap Selow Boy

Uniknya, walaupun pasien positif terus bertambah, nampaknya tak membuat masyarakat khawatir. Hal ini terpantau dari pengamatan Qolama.com di sejumlah kawasan seperti di Kecamatan Praya, Janapria dan Selebung.

Di tiga wilayah ini, masyarakat masih beraktifitas seperti biasanya dan tak terlihat pembatasan-pembatasan yang berarti bahkan acara pemancingan di Embung bengkak desa durian masih terus dirubung warga padahal sempat dibubarkan aparat.

Sekretaris Desa Durian, Ramli Ahmad ketika dikonfirmasi mengatakan, pada Sabtu, (30/5/2020) lalu ketika ada satu pasien yang dinyatakan positif, acara pemancingan ini langsung ditutup dan dibubarkan, namun jika ada yang masih terlihat itu masyarakat yang ngeyel.

“Untuk acara pemancingan di embung bengak sudah kita tutup dan dibubarkan BKD, bahkan petugas standby piket disana” Tegasnya.

Hanya saja, sejumlah masyarakat masih tetap ngeyel bahkan sengaja datang mancing di malam hari.

Ramli juga menjelaskan, sejak ditetapkan ya satu pasien positif di desa durian, Pihak Puskesmas Langko telah melakukan rapid Tes kepada 24 orang warganya yang pernah kontak fisik dengan pasien berinisial H yang dinyatakan positif tersebut.

Pemdes juga bersama Polmas juga telah melakukan sterilisasi di kampung tempat Pasien Positif tersebut tinggal dengan penyemprotan dan penggembokan pintu masuk kampung.

“Kita sudah jalan ke Dusun Bangka menuju berombok,” Ungkapnya.

Sementara itu, Camat Janapria H. Mahlan mengaku pusing dengan ditetapkannya satu lagi pasien Covid di Janapria pada, Senin (1/5/2020) hari ini.

“Kita Janapria ini sangat parah saat ini, khususnya Desa Durian sangat mengkhawatirkan” Ungkapnya.

Saat ditanya bagaimana tindakan selanjutnya. Camat yang pernah menjabat kepala Desa Durian ini belum bisa memberi jawaban. Dikatakannya, dalam kondisi sekarang ia sangat bingung karena surat himbauan yang dikeluarkan pihak Kecamatan beberapa waktu lalu seperti tak diindahkan masyarakat.

BACA JUGA :

Salah Alamat, Rilis Satgas Covid-19 Disayangkan Berbagai Pihak di Loteng

Dua Pasien Positif Covid-19 di Janapria Diduga Salah Alamat

“Kita sudah bersurat ke semua kepala desa untuk me-lockdown wilayahnya, beberapa desa alhamdulillah patuh dengan memasang Portal masuk kampung, tapi portalnya sia-sia karena tidak ada yang jaga” Tandasnya.

H. Mahlan juga mengaku sangat khawatir dengan keadaan beberapa desa yang pemerintah desanya tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

“Saya curiga ini, beberapa desa tidak pernah menganggarkan pembelian APD termasuk desa durian, akan sangat bahaya jika mereka tanpa APD mengunjungi warga yang dicurigai memiliki gejala awal Covid” Ungkapnya.

Terakhir ia menghimbau masyarakat Janapria agar tetap dirumah dan mengikuti ptrotokol kesehatan seperti menggunakan masker, tidak kumpul dengan banyak orang dan selalu mencuci tangan.[]

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: