EkbisHeadline

Selain Kemasan, Produk Dihasilkan UMKM NTB Juga Harus Sehat.

Ads

MATARAM – QOLAMA.COM | Agar produk dihasilkan masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa banyak dilirik pangsa pasar, selain kemasan, masalah kesehatan produk dihasilkan harus harus menjadi perhatian.

“Masalah kemasan penting, tapi tidak kalah penting perlu diperhatikan masyarakat pelaku UMKM adalah higinitas dan kesehatan produk dihasilkan, jangan sampai ada terkandung zat yang bisa membahayakan konsumen” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Mataram, Jum’at (27/9/2019)

Harapan tersebut dikemukakan Rohmi menyusul masih adanya temuan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), terutama di pasar tradisional, produk olahan UMKM dan rumah tangga mengandung zat berbahaya.

Rohmi mengharapkan, agar pelaku UMKM bidang pangan di NTB mampu memproduksi olahan pangan yang berkualitas, aman, bergizi serta terjamin kesehatannya. Pelaku usaha juga didorong agar tetap memiliki ide-ide yang kreatif untuk mengembangkan usaha yang dijalankannya.

“Mengingat bagaimanapun, UKM di diharapkan bisa menjadi yang terdepan dalam medorong pertumbuhan ekonomi NTB, dengan menghadirkan produk UMKM berkualitas dan sehat untuk masyarakat maupun wisatawan, sehingga NTB ini semakin dikenal” katanya.

Rohmi juga berpesan agar pelaku usaha turut berpartisipasi dalam menyukseskan program Zero Waste. Ia menyerukan kepada pelaku usaha untuk mampu memilah sampah yang diproduksinya sehingga dapat diolah oleh bank sampah dan menjadi hal yang bermanfaat.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dewi Prawita Sari, M. Kes, sebelumnya mengungkapkan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan obat dan makanan merupakan salah satu tugas dari BPOM dalam memberdayakan UMKM.

Untuk tahun 2019, Badan POM menyelenggarakan pendampingan atau intervensi bagi UMKM pangan sebanyak 8.000 UMKM di 11 provinsi, salah satunya adalah Provinsi NTB.

Khusus di Provinsi NTB, UMKM yang mendapat intervensi sebanyak 1000 UMKM pangan. Jumlah tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya 500 UMKM di Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Sementara UMKM pangan di Lombok Tengah sebanyak 250 serta di Kabupaten Bima sebanyak 250 pelaku usaha.

Cek juga
Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: