HeadlineSosial

Soal Rehab Rumah Korban Gempa, BPBD Jangan Cari Kambing Hitam.

MATARAM – QOLAMA.COM | Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta tidak perlu mencari alasan dan kambing hitam atas ketidakmampuannya menuntaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat korban gempa hingga jelang batas akhir waktu yang diberikan pemerintah pusat

“Saya minta BPBD, supaya fokus menuntaskan pembangunan rehab rekon rumah korban gempa sampai batas waktu yang telah ditetapkan, agar masyarakat bisa memiliki rumah, tidak perlu cari banyak alasan atas kinerjanya, mengaburkan subtansi masalah” kata Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah di Mataram, Sabtu (12/10/2019).

Klaim keberhasilan telah menuntaskan Pembangunan rumah korban gempa sebanyak 174.904 masih meninggalkan problem, dimana temuan lapangan terjadi anomali data atau ketidaksesuaian antara rumah tahan gempa (RTG) yang diklaim telah tuntas dibangun BPBD, dengan kenyataan di lapangan, itu terjadi karena ulah BPBD sendiri yang tidak beres melakukan pendataan.

Data dipaparkan Wagub NTB beberapa waktu lalu, dari 222.530 unit rumah masyarakat korban gempa yang mengalami kerusakan, baik rusak berat, sedang dan ringan, baru sekitar 96.456 ribu unit yang selesai dibangun.

Dengan rincian, rumah dengan kategori rusak berat 26.153 unit, rusak sedang 15.417, rusak ringan 54.902 dan tersebar di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa.

1 2 3Laman berikutnya

Cek juga

Close
Back to top button
Close