Headline

TGB Serukan Kolaborasi Malaysia Indonesia Untuk Moderasi Islam

KUALA LUMPUR, QOLAMA.COM | Pertumbuhan penganut Agama Islam di dunia terus bertambah. Menurut catatan Pew Research Center di tahun 2017, populasi Ummat Islam di dunia mencapai 1.8 miliar orang atau 24% dari penduduk dunia yang artinya menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar kedua setelah Pakistan.

Namun demikian, pertumbuhan ini membawa kabar positif dan negatif sekaligus. Tumbuhnya fanatisme beragama salah satunya.

Hal tersebut disampaikan TGH. Zainul Majedi saat diundang berbicara dalam Forum Asean Youth Conference di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 12 Oktober 2019.

Pertumbuhan penganut Islam kata TGB, perlahan tapi pasti akan mengancam nilai moderasi islam di dunia. Moderasi adalah sikap mayoritas Muslim yang mencintai toleransi, menghargai hak asasi manusia, anti kekerasan serta mendukung inovasi dan demokrasi.

“Dengan pertumbuhan yang begitu besar, muncul kelompok-kelompok fanatis, yang Islam seolah-olah dihadapkan pada hitam-putih, hanya dirinya saja yang benar sementara kelompok lain salah. Ini sesungguhnya yang membawa kita pada kata baru, Islamophobia.” Kata TGB.

Berbicara soal Moderasi di ASEAN, TGB menegaskan moderasi adalah modal politik terbesar sebagai ‘bangsa regional’ dengan ciri khas masing-masing warga bangsa seperti semangat Gotong Royong, biasa hidup dalam perbedaan dan mencintai persatuan.

Populasi penduduk Negara-negara ASEAN yang sangat besar lebih dari 600 juta orang, bahkan mendekati 650 juta penduduk, membawa peluang ASEAN dikelola secara mandiri dan mengambil inisiatif untuk menjadi noise perubahan. Bisa menjadi gerakan terbesar dalam mempromosikan moderasi Islam sebagai arus utama Islam saat ini.

Indonesia dan Malaysia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar pertama dan kedua di kawasan Asia Tenggara, menurut Mantan Gubernur NTB ini, menjadi sangat penting ditengah pergaulan global terutama dalam mengkampanyekan Islam Rahmatan lil Alamin.

“Apabila semangat moderasi Islam di Indonesia bisa menyatu padan dengan Malaysia, maka kita bisa menjadi kekuatan utama moderasi Islam bagi seluruh dunia” Tegasnya.

Karena itu menurutnya, Islam di Asia Tenggara terutama Indonesia dan Malaysia kedepan harus mampu menularkan inspirasi ke dunia, bahwa Islam tidak seperti yang persepsikan. Islam tidak menegasikan perbedaan, Islam membawa Gotong Royong, kolaborasi, dan moderasi untuk peradaban dunia yang lebih inovatif. [Redaksi]

Cek juga

Close
Back to top button
Close