FeaturesHeadlineLingkunganTokoh

Transformasi TPA Kebon Kongok Jadi Taman Edukasi, Gusdurian NTB Raih Penghargaan

LOMBOK BARAT, QOLAMA.COM | Pemandangan TPA Regional Kebon Kongok di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini jauh berbeda. Gunungan sampah setinggi 40 meter yang menumpuk selama 31 tahun telah disulap menjadi Taman Edukasi yang hijau dan memikat. Upaya ini tak lepas dari kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar, Ikatan Tionghoa Indonesia (INTI) NTB serta komunitas Gusdurian NTB.

Atas kontribusinya, komunitas Gusdurian NTB menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi NTB yang diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hasanuddin, dalam peresmian taman tersebut pada Senin, 16 Desember 2024. Hasanuddin memuji perubahan besar yang terjadi di kawasan ini.


“Transformasi seperti ini sangat jarang. Mengubah gunungan sampah menjadi taman edukasi membuktikan bahwa kawasan TPA bisa menjadi ruang publik yang bermanfaat,” katanya. Pada kesempatan itu, Hasanuddin juga menandatangani prasasti peresmian bersama Pimpinan Wilayah VII PT Pegadaian.

Taman ini dilengkapi dengan fasilitas selfie point yang menawarkan pemandangan Kota Mataram, persawahan, hingga pantai, menjadikannya daya tarik baru di NTB.

Kerja Sama Lintas Komunitas

Program penghijauan TPA Kebon Kongok juga didukung oleh Ikatan Tionghoa Indonesia (INTI) NTB. Sekretaris Jenderal INTI NTB sekaligus Senior Gusdurian Lombok, H. Rudi, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dari pemerintah. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas komunitas dapat membawa perubahan nyata,” ujar Rudi.

Sebelumnya, pada 14 Januari 2024, Gusdurian NTB bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) NTB dan Gusdurian NTB menggelar penghijauan di area TPA Kebon Kongok. Acara ini dihadiri oleh Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Inayah memuji inisiatif penghijauan tersebut. “Ini mengingatkan saya pada tugas Gus Dur ketika saya SMA untuk meneliti TPA Bantar Gebang. Gus Dur selalu punya perhatian besar terhadap isu lingkungan. Bahkan, PKB dulu dirancang sebagai partai hijau yang fokus pada pelestarian lingkungan,” katanya.

Tantangan Pengelolaan Sampah

Meski ada pencapaian ini, tantangan pengelolaan sampah di NTB masih besar. Kepala Dinas LHK NTB, Julmansyah, menyebutkan bahwa TPA Kebon Kongok menerima hingga 300 ton sampah per hari. Jika tidak ada perbaikan, usia operasional TPA diperkirakan hanya bertahan hingga Juni 2025.

“Jika tidak ada langkah serius dari Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat, TPA ini akan segera tutup,” tegasnya.

Untuk mengurangi dampak negatif seperti bau, lalat, dan air lindi yang mencemari lingkungan, pemerintah telah mengalokasikan dana kompensasi Rp 680 juta pada 2024. Julmansyah menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk keberlanjutan lingkungan.

“Pengelolaan TPA bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini memerlukan kerja sama lintas sektor demi lingkungan yang lebih baik,” tutupnya.[]

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button