Bedah Visi Cabup Cawabup LotengHeadlineLombok Tengah

AHZ Pastikan Keberpihakan Pada Generasi Muda Milenial

Tubuhnya macho dan atletis. Mengenakan celana krem dan baju putih berbalut rompi, Ahmad Ziadi keluar menemui kami di berugak samping rumahnya. Hari itu Qolama sengaja bertandang untuk wawancara. Ingin tau visi-misi calon Bupati Paling Muda di Lombok Tengah itu.

Ahmad Ziadi yang berpasangan dengan Ir. H. Aswatara, SH baru saja mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat. Menyusul Demokrat, Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) juga memberinya sinyal dengan memberikan surat tugas sampai nantinya resmi mendapaftarkan diri menjadi calon Bupati dan Calon Wakil Bupati untuk Pilkada 2021 di KPU.

“Alhamdulillah Demokrat dan PPP sudah positif, bahkan kemungkinan besar beberapa partai juga akan ikut bergabung” Katanya memulai obrolan.

Seperti telah kenal lama, obrolan pria berjuluk AHZ itu langsung ngegas. Unek-uneknya tentang pemuda Lombok Tengah membuncah. “Milenial kita di Lombok ini sekitar 35 sampai 45 persen, mereka ini masa depan Lombok Tengah, menjadi berkah apabila diberdayakan dengan baik, tapi bisa menjadi musibah jika para pemimpin salah cara mengurus mereka,” Ulasnya.

Kelompok Milenial ini menurutnya adalah manusia-manusia hebat yang acapkali gagal difahami orang tua bahkan pemerintah. Cara berfikir mereka yang sebagian besar out of the box, tidak teratur tetapi sangat kreatif harus dibuatkan kanal istimewa supaya bisa produktif mengkongkritkan gagasan dan ide-ide besar mereka untuk Lombok Tengah.

“Fisik dan Psikis mereka masih sangat kuat, imaginasi dan ekspektasinya jauh ke masa depan. Potensi ini harus disadari semua fihak sehingga mereka tidak dipandang sebelah mata, merekalah regenerasi sesungguhnya,” Ungkapnya.

Ahmad Ziadi yang juga menjadi Ketua Karang Taruna Indonesia (KTI) NTB ini mengatakan, pemerintah daerah kedepan harus menempatkan generasi ini menjadi bagian paling penting pembangunan Lombok Tengah. Roadmap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya harus siap, jelas dan terkonsep.

“Saya kira tidak hanya bangunan jalan, gedung dan jembatan saja yang harus memiliki Roadmap pembangun dan konsultan, tetapi pembangunan kepemudaan juga harus punya roadmap bahkan konsultan sehingga kemana pemuda-pemudi kita akan diarahkan menjadi jelas” terangnya.

Visi Ekonomi Kreatif Kelompok Milenial

Ahmad Ziadi yang memulai karir politiknya dari DPRD Lombok Tengah ini menambahkan, visi dirinya untuk pengembangan ekonomi kreatif untuk kelompok milenial telah ia rancang sejak periode pertama menjadi anggota DPRD dan telah mulai dilakukannya sejak ia menjadi ketua Karang Taruna Indonesia (KTI) NTB.

Dan jika rakyat Lombok Tengah mempercayakan dirinya menjadi Bupati, ia akan memastikan seluruh potensi, kreatifitas dan inovasi yang dilakukan kaum muda ini terdata dengan baik lalu diberikan pelayanan yang maksimal.

“Pemuda desa harus diberikan banyak ruang ekspresif yang bisa memacu kreatifitas. Kanal-kanal harus diciptakan seperti olahraga, seni, desain grafis dan aktifitas-aktifitas lain sesuai minat dan hobi keseharian mereka. Harapannya, mereka tidak keluar kampung untuk mencari kerja tapi dikampungnya sendiri sudah ada pekerjaan. Bahkan mereka harus didorong untuk membuka peluang kerja untuk rekan-rekannya sesama pemuda” Paparnya.

Untuk memaksimalkan hal ini, kelompok-kelompok milenial dapat di kolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga mereka mandiri bahkan menjadi stratup lokal yang bisa diperhitungkan.

Ahmad Ziadi mengaku setengah prihatin dengan program penyiapan tenaga kerja lokal yang belum maksimal dilakukan pemerintah hari ini. Padahal disaat yang sama investasi pembangunan di Lombok Tengah melaju dengan cepat salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Laju kencang KEK Mandalike, Moto GP harusnya diimbangi dengan penyiapan tenaga kerja yang memadai, dan itu yang menjadi PR kita sekarang” Katanya.

BACA JUGA : Lebih Dekat Dengan Sosok Aksar Anshori Faishal

Begitupun halnya dengan terbukanya lapangan kerja disektor lain seperti UKM, kelautan perikanan serta pertanian dan kehutanan semuanya mestinya disiapkan tenaga kerjanya dulu. Sehingga kaum muda tidak hanya jadi penonton dikampungnya sendiri.

“Saya di DPRD pernah mempertanyakan ke pemerintah daerah, berapa tenaga kerja yang bisa diserap di KEK Mandalike, dan berapa tenaga kerja yang telah dipersiapkan untuk kawasan itu, tidak ada, usut punya usut ternyata tidak ada anggaran untuk itu” Ungkapnya.

Untuk itu katanya, siapapun yang berhasil memimpin Lombok Tengah kedepan, program yang sangat urgen salah satunya adalah mencetak tenaga kerja siap pakai sebanyak-banyak-banyaknya. Sehingga dapat dipastikan mereka Skill Full di semua kawasan pembangunan yang ada di Lombok Tengah saat ini.

“Harus disiapkan betul, tidak hanya untuk KEK Mandalike di kawasan Lauk, tapi juga kawasan Daye seperti Batukliang, Kopang, Janapria dengan SDM pertanian dan perhutanan”. Pungkasnya. []

Tags

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close