HeadlinePolitik

Awas!, Kades Dilarang Gunakan Dana Desa Hanya Untuk Jalan dan Bangunan.

MATARAM – QOLAMA.COM | Kepala Desa di seluruh kabupaten, Provinsi Nusa Tenggara Barat diingatkan untuk tidak gunakan dana desa (DD) hanya untuk bangun jalan dan bangunan fisik lain semata, tapi harus juga digunakan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat, guna mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 

“Memang DD tidak boleh hanya digunakan untuk jalan sama bangunan saja, DD juga harus digunakan untuk urus lingkungan, kesehatan juga diurus pendidikan harus diurus, kan itu kewajiban dari dana desa” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Mataram.

Posyandu merupakan salah satu tanggungjawab pemerintah desa untuk dimajukan sebagai ujung tombak meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemprov NTB datang membantu desa menghidupkan posyandu, guna mencapai SDGs, dengan tool yang disiapkan.

Sehingga Pemdes enak, tinggal mengerjakan, kalau sudah dikerjakan, desa akan bersih, lingkungan hijau, sanitasi bersih, masyarakat sehat berpendidikan, goalnya ke situ.

“Bentuk Supot lain diberikan Pemprov untuk Pemdes, sertifikasi kader, pelatihan kader, menyiapkan SIP atau program sehingga tinggal input, konten, buku saku, sosialisasi. Bisa juga dalam bentuk bang sampah, alat posyandu, mesin bor” jelas Rohmi.

Rohmi menambahkan dukungan mengembangkan posyandu diberikan, agar fungsi posyandu juga bisa dikembangkan menjadi posyandu keluarga yang tidak saja sekedar sebagai tempat menimbang anak, juga sebagai tempat konsultasi kesehatan masyarakat, mengatasi masalah stunting, asupan gizi, pencegahan pernikahan usia anak, ODGJ, termasuk konsultasi menjadi pekerja migran Indonesia aman.

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button