HeadlineKesehatanLombok TengahPolitik

Halau Covid, Relawan Masrun-Aksar Turun Gunung di 12 Kecamatan di Loteng

“Sahabat – sahabat kita para imigran dan pemudik ini butuh kepastian soal kesehatan mereka sehingga mereka pulang dengan tenang dan tidak khawatir membawa virus untuk keluarganya,” Ungkap Aksar.

PRAYA TIMUR, QOLAMA.COM | Ratusan Tim Relawan Masrun-Aksar untuk Covid-19 bersiap turun gunung melakukan aksi penyemprotan disinfektan di 12 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Acara pelepasan relawan berlangsung di Posko Pemenangan Masrun-Aksar di Jontlak Praya, Ahad, (05/04) langsung dipimpin Bakal Calon Bupati Lombok Tengah H. Masrun.

Juru Bicara Masrun-Aksar Lalu Pahruddin kepada Qolama mengatakan, kegiatan ini adalah aksi sosial untuk membantu pemerintah dan masyarakat guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Lombok Tengah.

relawan-masrun-aksar-bantu-covid-19
Pelepasan Relawan Masrun Aksar langsung dilakukan H. Masrun di Posko Pemenangan di Jontlak Praya, Ahad, (05/04). FOTO. Phd

Dikatakannya, Lombok Tengah saat ini cukup mengkhawatirkan terutama setelah pulangnya sejumlah Pekerja Imigran dari Malaysia, Singapura dan beberapa negara lain di Asia.

“Walaupun pemerintah memastikan, para pekerja ini sudah melewati protokol kesehatan standar, tetapi kita juga penting mengantisipasi dengan penyemprotan disemua Kecamatan sampai desa” Jelasnya.

Lalu Pahrudin menambahkan, para relawan di masing-masing kecamatan akan bergerak secara bersama-sama melakukan penyemprotan disinfektan mulai dari fasilitas-fasilitas umum seperti Masjid, Sekolah, Pesantren hingga sejumlah Rumah warga yang saat ini termasuk ODP.

“Selain penyemprotan, pembagian Masker, Sarung Tangan dan Handsanitizer, mereka juga kita tugasi mengedukasi masyarakat terutama yang saat ini dalam posisi Orang Dalam Pengawasan. Karena tanpa edukasi aksi ini akan kurang efektif” Ungkapnya.

Secara terpisah, H.L. Aksar Anshori Faishal mengatakan, pemerintah diharapkan dapat memastikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat terutama yang berada di wilayah-wilayah dengan potensi ODP tinggi.

“Sahabat-sahabat kita para imigran dan pemudik ini butuh kepastian soal kesehatan mereka sehingga mereka pulang dengan tenang dan tidak khawatir membawa virus untuk keluarganya,” Ungkap Aksar.

Saat ini kata Aksar, dua beban berat yang dialami masyarakat, pertama beban psikis cemas dan takut karena informasi yang bertebaran tanpa kontrol. Kedua beban ekonomi untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari dimasa yang sulit.

Karena itu menurutnya, kebijakan pembatasan harus dibarengi dengan memastikan mereka dapat memenuhi ekonomi sehari-hari. Ruang-ruang publik terutama sektor-sektor ekonomi harus diupayakan supaya bisa tetap bergerak sehingga aktifitas ekonomi masyarakat tidak mati walau dalam situasi yang sulit.

“Semua itu, tentu harus sesuai protokol standar kesehatan. Pasar misalnya boleh saja dibuka asal pemerintah memastikan, disitu protokol kesehatannya lengkap, sehingga masyarakat bisa beraktifitas ekonomi dengan tenang” Tandasnya.

Hal lain, pergerakan keluar-masuk NTB juga harus betul-betul ketat terutama di pintu-pintu kedatangan seperti Bandara, Pelabuhan dan Terminal-terminal.

“Lockdown tidak mungkin dilakukan karena masyarakat kita cukup banyak yang mau pulang ke NTB. Solusinya, SOP di semua pintu kedatangan harus diperketat.” Pungkasnya.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button