AgamaHeadlineLombok TengahSejarah IslamTokoh

Karomah dan Akhlaq Datoq Lopan Kepada Binatang

Beliau berhenti melihat iring-iringan semut yang tidak bisa menyeberangi sungai. Beliau-pun mengambilkan ranting pohon dan membantu kawanan semut lewat hingga seberang sungai.

Tim Redaksi

Datoq Lopan atau yang bernama asli TGH. Muhammad Soleh Lopan lahir tahun 1819 dan wafat tahun 1942. Dalam berbagai literatur disebutkan, selain bejasa besar menyebarkan Islam di Nusantara terutama di Pulau Lombok, ulama ini masyhur akhlakynya yang luarbiasa, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada binatang.

Almagfurlah TGH. Ibrohim Toyyib dalam bukunya Manakibul Auliya’ menuturkan sejumlah kemuliaan akhlaq yang dimiliki Datoq Lopan kepada binatang.

Diceritakan, apabila beliau melihat ayam-ayam dikampung tidak dapat makan, maka beliau tidak segan-segan membuka lumbungnya dan beliau biarkan ayam-ayam itu makan gabah sepuas-puasanya.

Baca Kisah Para Wali Lainnya :

TGH. Soleh Hambali Pembaharu Dari Tanah Sasak

Karomah Datok Bengkel, Melintas di Atas Jembatan Rusak

Datok Bengkel In Memoriam, Soekarno Diberi Tongkat, Hatta Diberikan Kitab

Tak hanya itu, konon apabila beliau mulai menanam padi disawah, maka beliau akan mengkhsuusnya sebidang sawah khusus untuk makanan ayam, itik dan burung-burung dan tidak boleh dipanen manusia.

Kisah lain, suatu ketika beliau dan para pengiringnya melintasi sungai. Tiba-tiba beliau berhenti karena melihat iring-iringan semut yang tidak bisa menyeberangi sungai karena airnya yang begitu deras. Dengan sikap kasih-sayang, serta-merta beliau mengambil sejumlah ranting pohon dan menyusunnya didepan kawanan semut itu untuk membantunya lewat hingga seberang sungai. Jembatan disungai tersebut hinggi sekarang dijuluk Jembatan Teres.

Tak hanya itu, suatu ketika beliau baru saja pulang ngamari (Berdakwah) dari Lingkok Lime. Rupanya, terdapat semut yang hinggap di bajunya. Dengan belas kasih iapun mengambil semut itu lalu kembali ke Lingkok Lime mengantarkannya kembali supaya bisa bekumpul dengan kawanannya. Padahal dari Lopan, ketak ke Lingkok Lime jauhnya berpuluh-puluh kilometer.

Ada banyak kisah unik terkait kasih sayang beliau kepada binatang. Hal ini termasuk salah satu keistimewaannya atau karomah kewaliannya. Hal demikian juga banyak kita temui dalam kisah-kisah para aulia. Sebab, tidak hanya hubungan dengan Allah (Hablun Minallah) yang dijaga, tetapi juga Hubungan dengan sesame manusia (Hablun Minannas) dan juga Hubungannya dengan alam (Hablum Minal Alam). Wallahu A’lam Bishowab

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button