AgamaHadistHeadlineKitab Usfuriyah

Kisah Umar Lolos Siksa Kubur Karena Menyayangi Seekor Burung (Hadist Ke-1)

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي قَابُوسَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللَّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Hadis riwayat ‘Abdillah ibn ‘Umar r.a. menyebutkan, Nabi s.a.w bersabda: “Orang penyayang adalah orang yang disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Maka sayangilah makhluk di bumi, niscaya kalian disayangi Dzat yang di langit.”

Diceritakan bawa suatu pagi, khalifah Umar Ibnul Khatta berjalan di kota Medinah. Lalu dilihatnya seorang anak kecil yang tengah mempermainkan seekor burung pipit.

Seketika perasaan iba Sayyidina Umar muncul ketika melihat si burung itu, lalu iapun serta merta membelinya dari anak itu lalu melepaskannya ke angkasa. Maka, ketika sayyidina Umar wafat, salah seorang dari para ulama terkenal melihat Sayyidina Umar dalam mimpi.

“Apa kabar, ‘Umar?” tanya sang ulama. “Apa yang telah dilakukan Allah atasmu?”
“Allah telah mengampuniku dan mengampuni segala dosaku.” Jawab Sayyidina Umar
“Apa sebab? Sebab kedermawananmu? Keadilan-mu? Atau karena zuhudmu” yang membuatmu acuh tak acuh terhadap dunia?” Sayyidina Umar menggeleng.

Katanya kemudian:
“Ketika kalian menguburkanku dan menutupiku dengan tanah, dan meningalkanku sendirian, datanglah dua malaikat yang menakutkan aku. Akalku langsung hilang, sendi-sendi dan tulangku gemetar hebat. Dua malaikat itu memegangku dan mendudukanku. Ketika dua malaikat itu hendak menanyaiku, tiba-tiba, muncul suara tanpa sosok yang menghardik kedua malaikat itu.

“Tinggalkan hamba-Ku ini, jangan kalian takut-takuti. Aku menyayanginya, dan segala dosanya telah Ku-ampuni, karena dia telah menyayangi seekor burung pipit di dunia. Pahalanya yang kuberikan kepadanya adapah, Kusayangi dia di akhirat.

Kisah lainnya, Suatu saat Bani Israil kena bencana kelaparan yang sangat. Panas terik mendera, dan bahan ma-kanan sulit didapat. Ketika itu serang dari mereka berjalan-jalan ditumpukan pasir, dan bergumam:

“Seandainya pasir-pasir ini tepung, aku beri makan semua orang Israil tanpa kecuali.”
Maka Allah mewahyukan kepada salah seorang nabi Israil dalam kurun itu, agar mengatakan kepada laki-laki tadi: Allah telah menetapkan pahala niatnya itu dengan sesungguhnya. Yakni. sepadan dengan seandainya gundukan pasir itu benar-benar tepung yang kemudian disedekahkannya kepada semua orang yang membutuhkan.

Barang siapa menyayangi hamba Allah, Allah menyayanginya juga.
Begitu juga dengan laki-laki ini. la penuh kasih sayang kepada sesama. Pahalanya pun sama.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button