HeadlineHukum dan Kriminal

Pemkab Lobar Tak Punya Nyali Tutup Tambang Ilegal Sekotong.

LOMBOK BARAT – QOLAMA.COM | Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kerap jadi sorotan. Pasalnya status aktivitas pertambangan ilegal, juga kerap memakan korban jiwa.

“Sebagaimana diketahui, aktivitas pertambangan ilegal di Sekotong kerap memakan korban, tapi Pemkab Lobar sekan tak punya nyali menutupnya, ada apa?” kata Tokoh Pemuda Sekotong, Darwan Samurdja melalui siaran persnya, Jumat 18 Juni 2021.

Wilayah Sekotong sudah lama menjadi wilayah kohesinya PT. Indotan dan beberapa tahun yang lalu sudah menuntaskan kegiatan eksplorasi, tapi ketika menaikan ritme operasi menjadi aktifitas eksploitasi Pemkab Lobar belum mengeluarkan izin dari Zaman Kepemimpinan Zaini Arony sampai detik Bupati Fauzan sekarang.

“Sampai saat ini kita tidak mendengar lagi kabar dari PT. Indotan apakah masih ada atau sudah hengkang,” Ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam perjalanannya tambang Sekotong kemudian dieksplotasi oleh masyarakat sekitar.

Semua sama-sama tahu sekitar 2009-2011 wilayah Sekotong mendadak terkenal ke seluruh Indonesia karena bebatuannya banyak mengandung emas baik batuan atas maupun batuan dalam.

Sedangkan terkait dengan penutupan Tambang Ilegal akibat adanya Insiden Minggu malam di Titik tambang Bunut Kanto Desa Buwun Mas menurutnya akibat pembiaran oleh Pemerintah daerah.

“Pemda selaku yang punya kuasa seakan telah melakukan pembiaran terhadap aktifitas pertambang ilegal sejak dulu” katanya.

Sangat ironis setelah ada kejadian yang menelan korban baru titik tambang ditutup dengan mengerahkan aparat, atau jangan-jangan Pemda Lobar tidak punya nyali untuk menutup aktifitas tambang ilegal di Sekotong.

Pemerintah daerah baik ekskutif dan Legislatif tidak punya atensi khusus terhadap aktifitas tambang ilegal di Sekotong. Pasalnya, tidak hanya di lokasi yang saat ini dipasang pilice line saja tempat titik aktifitas penambangan ilegal tersebut.

“Penutupan titik lobang yang cair saat ini seakan-akan drama yang terus berulang. Dulu juga sama, setelah lobang roboh atau ada insiden keributan dan menelan korban baru lobang itu ditutup,” Sesalnya

Darwan menambahkan, Pemda harus hadir terkait persoalan tambang Ilegal di Sekotong tersebut. Pasalnya, masih ada banyak titik lokasi tempat aktifitas pertambangan dan mungkin lebih parah. Misalnya di titik Batu Gajah, Bunut Kantor dan Eat Polak Desa Buwun Mas itu cukup parah, serta wilayah bagian barat, pasalnya aktifitas penambangan tidak lagi secara tradisional, namun menggunakan alat berat.

Pemkab Lobar jangan menutup mata atau pura – pura tidak tahu terkait tambang ilegal saat ini di Sekotong. Kalau mau tutup, tutup semua termasuk aktifitas yang menggunakan alat berat karena tidak mengantongi ijin.

“Apalagi di titik tersebut informasiny ada Cukong dan tenaga kerja asing (TKA) sebagai tehnisi dari Cina dan Korea yang tidak mengantongi dokumen dan menggunakan bahan-bahan kimia seperti putasium dan kimia lainnya dengan sistem perendaman,” Beber DS

Dibutuhkan kerjasama yang solid antara Pemkab dan Pemprov agar pro aktif dalam melihat kondisi saat ini di titik aktifitas penangan di Wilayah Sekotong. Jika terus – terusan dibiarkan patut kita bertanya, ada apa sebenarnya sehingga aparat dan Pemda Lobar serta Provinsi tidak berani menindak dan menginvestigasi terkait aktifitas penambangan ilegal di Sekotong. Sebab Pemprov juga punya tanggung jawab di sana karena ada wilayah hutan lindung dan konsevasi.

Berharap agar pemerintah segera hadir merapikan soal tersebut, lebih – lebih sekotong salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia. Harus jelas RT/RW untuk pembangunan di Wilayah Sekotong.

Selengkapnya

Komentar

  1. Ping-balik: priligy pills
  2. Ping-balik: stromectol clav

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button
%d blogger menyukai ini: