HeadlineKLULombok UtaraSosial

Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kecamatan Se-KLU Dilantik

KLU, QOLAMA.COM | Plt Bupati Lombok Utara H. Sarifudin SH MH, menghadiri pelantikan Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) kecamatan se-Kabupaten Lombok Utara masa bakti 2020-2023 pada, Jum’at (9/10).

Bertempat di Aula Kantor Bupati KLU, tampak hadir dalam pelantikan BWI Kecamatan ini Kepala Kantor Kemenag Lombok Utara H Muksin SH MPdI, Ketua Baznas Lombok Utara TGH Suaib dan seluruh pengurus BWI se KLU yang dilantik.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyatakan, BWI menjadi lembaga baru di KLU yang akan menjadi mitra Pemda dalam pengelolaan Wakaf di daerah. Dikatakannya, apabila wakaf dikelola dengan baik, maka tidak saja bisa dipakai untuk membangun masjid, tetapi bisa juga sebagai usaha ekonomi berbasis kerakyatan yang mendukung pendapatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :

Dua Desa Wisata Lombok Utara Masuk Destinasi Wisata Prioritas.

Pemda KLU Harap Masyarakat Lias Genggelang Terima Keputusan Komnas HAM

Lombok Utara Kini Miliki Rumah produksi dan Gudang Pengolahan Kelapa.

“Harapan saya pengurus BWI, bisa melaksanakan tugas dengan amanah dan tolong gandeng semua pihak untuk memulai memetakan tanah-tanah wakaf ini,” tandasnya.

Karena itu lanjutnya, agar kerja-kerja BWI menjadi efisien dan terarah, penting masing-masing perwakilan BWI di kecamatan memiliki sekretariat sebagai tempat beraktifitas.

Sementara itu, Ketua BWI Lombok Utara Dr. Suwandi dalam kesempatan yang sama memberikan motivasi, semua pengurus BWI secara zahir memang tidak bergengsi, tetapi secara hakekat, pengurus BWI adalah para pengurus harta Allah dan Rasulullah yang kemuliaannya disisi allah sangat tinggi.

“Hari ini disaksikan bupati, bapak/ibu dilantik sebagai pengurus harta Allah dan Rasul. Seperempat dari luas tanah di NTB adalah tanah wakaf, kurang lebih 28.000 hektar di NTB. Lombok Utara termasuk yang memiliki tanah wakaf paling banyak di NTB,” imbuhnya.

Tugas pokok sebagai pengurus BWI di Lombok Utara lanjutnya empat hal yakni, mengamankan tanah wakaf, melindungi tanah wakaf, mendirikan Yayasan Wakaf Lombok Utara serta mengelola dan mengembangkan tanah wakaf.

“Bapak-bapak ini adalah relawan Allah dan rasulnya, sehingga amanah mulia ini harus kita jaga sama-sama” Pungkasnya. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button