HeadlinePariwisata

Pokdarwis Diminta Maksimalkan Potensi Seni Budaya Untuk Kemajuan Pariwisata NTB.

MATARAM – QOLAMA.COM | Kelompok Sadar Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama yang mengelola desa wisata diminta Maksimalkan semua potensi yang ada di desa, termasuk seni dan budaya untuk kemajuan pariwisata di NTB.

“Sektor pariwisata merupakan daya pikat utama di Provinsi NTB, disamping keindahan alam, seni budaya NTB juga menjadi magnet, bukan hanya di dalam negeri, tapi sampai seluruh dunia” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi.Djalilah ketika menerima silaturrahmi Komite Pokdarwis NTB di Mataram, Senin 2 November 2020.

Sinergi dengan berbagai kalangan terus dibangun guna semakin melejitkan pariwisata NTB. Salah satunya dengan dibentuknya organisasi Pokdarwis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pariwisata.

Komite Pokdarwis NTB agar terus menjalin sinergi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Program unggulan 99 Desa Wisata yang saat ini digaungkan Pemprov merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam memajukan desanya.

“Setiap desa memiliki potensi yang apabila dimanfaatkan sebaik mungkin akan berbuah manis bagi masyarakat desa itu sendiri” katanya

Program Desa Wisata sendiri dilaksanakan untuk memancing desa yang sudah ada, agar berbenah, karena kita percaya setiap desa itu punya potensi.

Desa Wisata diibaratkan sebagai rumah besar, dimana di dalamnya terdapat banyak aspek yang dapat dikembangkan. Untuk itu, kesuksesan Desa Wisata diharapkan dapat memberikan efek ganda bagi masyarakat.

“Kalau anak mudanya semangat, pemerintah desanya semangat, Pokdarwisnya semangat, maka pasti desanya juga akan maju,” tegasnya.

Ketua Komite Pokdarwis NTB, Yogi Birul Walid Sugandi menerangkan jika terbentuknya Komite Pokdarwis NTB yakni sebagai mitra strategis Pemprov untuk mempercepat rangkaian kegiatan desa-desa wisata.

Ia pun mengungkapkan dalam waktu dekat Komite Pokdarwis NTB akan segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda). Rangkaian kegiatan juga telah dilakukan menuju Musda tersebut.

“Salah satunya adalah Road Show Lombok-Sumbawa dan bertemu dengan Pokdarwis, membuat FGD, serta menghasilkan diskusi-diskusi yang serius dan hangat untuk akselerasi percepatan pariwisata,” aku Yogi.

Kedepannya, Yogi berharap pariwisata di NTB dapat semakin terintegrasi dengan baik. Begitu juga dari sisi kelembagaan, yang disebutnya butuh perhatian serius dari seluruh pihak.

Kelembagaan dalam arti di sini pengelola masing-masing kawasan itu betul-betul bagus kapasitasnya dan terintegrasi, harapan kita itu disana.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button