FeaturesHeadlineHukum dan KriminalLombok TimurNasionalTokoh

Sah ‼️ Bupati Lombok Timur Resmi Hentikan Pembangunan Masjid Wahabi – Salafi di Lombok Timur

Lombok Timur, Qolama.com | Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur akhirnya resmi menghentikan Pembangunan Masjid As Sunnah yang merupakan masjid Kelompok Wahabi-Salafi di Dusun Dasan Bembek Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Lombok Timur.

Surat pemberhentian pembangunan masjid ini dinyatakan dalam surat pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmi tertanggal 10 Desember 2021.

Sukiman Azmi menyatakan, pemberhentian pembangnan ini berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Ummat Beragama, pemberdayaan Forum Ketukunan Ummat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat Nomor 8 dan Nomor 9.

Kedua, belum adanya ijin pembangunan masjid tersebut di dusun Dasan bebek Desa Mamben Daya yang dikeluaran pejabat berwenang.

Ketiga, disekitar lokasi pembangunan masjid As Sunnah tersebut, terdapat 5 (Lima) lima masjid yang berdekatan antara lain Masjid Dasan Bembek, Masjid Renge, Masjid Kali Bening, Masjid Gelumpang dan Masjid Ombe. Alasan lainnya adalah untuk menjaga kondusifitas daerah Kabupaten Lombok Timur yang belakangan ini bergolak.

Keluarnya Surat Pernyataan Pemberhentian Pembangunan Masjid Wahabi – Salafi di Dusun Dasan Bembek Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Lombok Timur ini menyusul pada Kamis, 2 Desember 2021 terjadi aksi besar-besaran masyarakat mamben Daya yang menolak pembangunan Masjid tersebut.

Aksi yang diikuti ribuan masyarakat tersebut sempat viral di media sosial dan youtube. Dalam orasinya, masyarakat menyatakan Wahabi di desa tersebut telah memecahbelah masyarakat dan diketahui sering mengkafir-kafirkan amalan Ahlussunnah Wal Jama’ah setempat.

“Kita bukan tidak suka kepada warga Wahabi, tapi kita tidak terima ajaran mereka yang selalu berdakwah dengan kalimat-kalimat kontroversial seperti membid’ahkan dan mengharamkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah seperti tahlilan, maulid dan lain sebagainya” Kata seorang Tuan Guru dalam Orasinya yang dukutip dari Video yang beredar.

Disamping itu, Massa Aksi juga memprotes sikap Kepala Desa Mamben Daya yang memberikan ijin pembangunan masjid tersebut tanpa koordinasi dan mendapatkan persetujuan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.[]

Selengkapnya

One Comment

  1. Ping-balik: 1corsica

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button