HeadlineHukum dan Kriminal

Sekjen PBNU Siap Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan 4 IRT di Lombok

LOMBOK TENGAH – Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Ahmad Helmy Faishal Zaini meminta agar penahanan empat ibu rumah tangga (IRT), tersangka pelemparan perusahaan tembakau UD Mawar, Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah bisa ditangguhkan

Ia mengatakan hukum wajib dijunjung tinggi kepada siapa pun, namun dalam perkara penahanan 4 IRT bersama balitanya, prinsip kemanusiaan harus dikedepankan, mengingat mereka masih sangat dibutuhkan keluarga.

“Saya siap menjaminkan diri untuk penangguhan penahanan 4 IRT dan 2 Balita demi keadilan dan kemanusiaan,” tegas Helmy, sebagaimana dikutif dari NU Online, Senin 22 Februari 2021.

Anggot DPR RI Daerah Pemilihan NTB tersebut menegaskan, pihak penegak hukum dalam hal ini harus mengedepankan restorative justice (keadilan restoratif) dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan bahwa yang ditahan adalah 4 ibu rumah tangga dan 2 balita. 

Ia pun meminta penegak hukum untuk menangguhkan proses penahanan kepada 4 IRT dan 2 Balita tersebut. Sekaligus segera melalukan proses hukum secara adil agar segera bisa dibebaskan.

Sebelumnya, empat IRT, Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38) dan Hultiah (40). Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur yang diancam pasal 170 KUHP ayat (1) dengan ancaman pidana lima sampai tujuh tahun kurungan penjara atas tuduhan pengerusakan.

Keempat IRT dilaporkan pihak perusahaan tembakau UD Mawar atas tindakan pelemparan batu pada gudang rokok. Keempat IRT harus mendekam di sel. Parahnya, dua balita juga ikut berada di sel karena membutuhkan ASI dari dua IRT.

Keempat IRT sendiri melempar Pabrik Tembakau spontan dengan batu, karena kesal perusahaan yang dianggap mencemari Lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

Sumber : NU Online

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button