HeadlineKesehatanMataram

Sempat Dicibir, RSUD NTB Pastikan Senin Tidak Lagi Periksa Swab Ke Surabaya

MATARAM, QOLAMA.COM | Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Provinsi NTB saat ini telah memiliki Alat rt-PCR beserta reagen yang akan digunakan untuk pemeriksaan sampel bagi penderita Covid-19. Alat yang di kirim Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI ini langsung diterima Direktur RSUD dr H. Lalu Hamzi Fikri MM MARS, Jum’at (03/04/2020) di Graha Mandalike RSUP NTB di Mataram.

Kedatangan Alat ini menjawab keraguan publik atas keseriusan pemerintah menangani Covid-19 di NTB. sejak munculnya kasus yang pertama sampai hari ini, Gubernur terus dicecar kritik terkait lambannya hasil Swab masing-masing Pasien penderita Covid-19.

Pengoperasian Alat ini akan langsung tangani Unit Riset Biomedik RSUD Provinsi NTB dan akan mulai beroperasi pada Senin (6/4/2020) depan.

“Harapannya dengan kehadiran alat ini NTB bisa melakukan pemeriksaan mandiri dan dapat mempercepat penentuan hasil pemeriksaan Swab PDP terkait Covid-19 di Provinsi NTB.” Tulis Humas NTB di Laman Facebooknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSUP RSUD NTB oleh Kementerian Kesehatan RI telah ditunjuk sebagai salah satu Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 di NTB berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK 01.07/Menkes/214/2020.

Yang cukup menggembirakan, selain RSUP Kemenkes RI juga menunjuk 1 Laboratorium Tambahan yakni Lab. Rumah Sakit Universitas Mataram.

Penambahan satu Laboratorium di RS Unram tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/216/2020. Keputusan penunjukan Rumah Sakit Unram ini beriringan dengan penjunjukan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga dan Laboratorium Mikrabiologi Kilinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Nantinya, laboratorium-laboratorium tersebut akanbertugas beberapa hal antara lain, menerima spesimen untuk pemeriksaan covid-19 dari rumah sakit/dinas kesehatan/laboratorium kesehatan lainnya.

Kedua, melakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh badan penelitian dan pengembangan kesehatan.

Ketiga, mengirimkan seluruh spesimen untuk uji validasi ke laboratorium rujukan nasional COVID-19. Dengan diizinkannya NTB melakukan pemeriksaan sampel pasien sendiri, maka penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona akan lebih cepat dan efisien. Sehingga tidak perlu menunggu hasil pengiriman sampel ke Surabaya dan Jakarta sebagai laboratorium rujukan nasional.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button