Berugak DesaHeadline

Warga Menduga, Jembatan Cepat Rusak Karena Penggunaan Anggaran Tidak Sesuai Ketentuan.

LOMBOK TENGAH – QOLAMA.COM | Pemuda Dusun Pantek, Desa Banyu Urip ikut mengomentari ambruknya sebagian jembatan penghubung yang menelan anggaran hingga 86 juta lebih. Zarkasi, masyarakat yang juga tokoh pemuda Dusun Pantek mengatakan, kuat dugaan jembatan cepat rusak, karena penggunaan angaran tidak sesuai ketentuan.
“Kalau memang pembangunan jembatan yang dibangun tahun 2020 tersebut sesuai ketentuan, tidak mungkin baru dua bulan sudah ambruk, sehingga ada dugaan anggarannya diselewengkan” ungkap Zarkasi Selasa 5 Januari 2020.
Seharusnya dengan anggaran sebesar itu, kualitas jembatan dibangun bisa lebih baik, dengan konstruksi kuat. Tapi yang terjadi konstruksi bangunan jembatan, mulai dari pondasi, hingga campuran semen pada sirtu terkesan asal – asalan, wajar saja jembatannya cepat rusak.

Ia menambahkan, dalam pengerjaan proyek jalan maupun jembatan, mencari keuntungan silahkan saja, tapi tolong jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat banyak, kan sangat keterlalan namanya.

Pemuda Dusun pantek lain, Aswadi justru mempertanyakan peran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai perwakilan masyarakat Dusun Pantek, tidak banyak berperan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, termasuk fungsi pengawasan terkait kebijakan pembangunan dijalankan desa.

“Sebagai perwakilan masyarakat, BPD itu salah satu fungsi melakukan pengawasan termasuk mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai ketentuan, tapi yang terjadi keberadaan BPD tidak banyak berfungsi” kritik Aswadi.

Bukan malah menjadi kaki tanganya Kades menjalankan program, mengingat kedudukan BPD setara dengan Kades. Aswadi menduga, tidak pro aktifnya anggota BPD Dusun Pantek melakukan pengawasan, karena tidak memahami tupoksinya

Terpisah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), pembangunan, Desa Banyu Urip dihubungi Qolama.com via pesan whatshapp dikirimkan juga tidak tidak banyak berkomentar dan meminta Qoalama datang langsung ke rumahnya untuk ngobrol santai terkait masalah tersebut.

“Lansung aja kerumah, disini kita ngobrol sante tpi malam agar banyak waktu, klau siang tiang sangat sibuk dinda” jawab Zakaria singkat.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button