HeadlinePolitik

Fraksi PKB Ancam Tarik Diri Dari Pembahasan RAPBD NTB

MATARAM – QOLAMA.COM | Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terburu – terburu dan terkesan dipaksakan oleh anggota DPRD lama dengan pemerintah menuai banyak kritikan dari banyak kalangan, termasuk anggota DPRD. Setelah sebelum Fraksi PDIP menarik diri dari pembahasan RAPBD, langkah sama juga mulai dilakukan Fraksi PKB, karena pembahasan dilakukan terkesan dipaksakan dan tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat
“Kalau pembahasan dilakukan secara terburu buru, tanpa pembahasan dan kajian mendalam, ada potensi output pembahasan APBD tidak berkualitas, dan itu jelas tidak sehat, karena mempertaruhkan program pembangunan dijalankan Pemda NTB” kata Sekwil DPW PKB NTB, Akhdiansyah, Sabtu (24/8/2019).
Atas pertimbangan itulah, FPKB Kemungkinan akan menarik diri dari pembahasan RAPBD NTB 2020, Itulah kenapa juga pada paripurna tentang Pandangan Umum Fraksi atas usulan RAPBD pada Jum,at 23 Agustus 2019, kemarin Anggota FPKB tidak hadir, sesuai dengan arahan DPW PKB NTB) dan kemungkinan bisa saja menolak menandatangani pengesahannya. Pria yang merupakan aktivis anggaran dan kemanusiaan NTB tersebut menegaskan, APBD merupakan jantung pembangunan. Kalau dari sisi pembahasan saja serampangan, tanpa kajian mendalam serta tidak taat alur kalender penganggaran, sudah bisa dipastikan kualitas bisa penganggaran APBD 2020 bisa dipertanyakan. “Pembahasan dan perencanaan penganggaran yang dilakukan secara instan dihawatirkan juga bisa berdampak besar tidak tercapainya program pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat, karena tidak mewakili kepentingan publik” kata Akhdiansyah.

1 2Laman berikutnya

Cek juga

Close
Back to top button
Close