HeadlineMuktamar NU 35

Empat Jam Menentukan; Lima Tahun Kepemimpinan NU

Jika tidak ada perubahan jadwal, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 akan ditentukan pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

JOMBANG— Sabtu malam, 29 Agustus 2026, akan menjadi malam paling menentukan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Dalam waktu yang dirancang hanya empat jam, forum tertinggi NU itu dijadwalkan menuntaskan seluruh proses pergantian kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.

Berdasarkan draf sementara rundown muktamar yang dirilis Panitia, Sidang Pleno V akan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dalam satu rangkaian sidang tersebut, kepengurusan PBNU masa khidmah 2021–2026 akan dinyatakan demisioner. Setelah itu, muktamirin akan memilih dan menetapkan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Anggota AHWA yang terpilih kemudian bersidang untuk menentukan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031. Pada malam yang sama, muktamirin juga dijadwalkan memilih Ketua Umum PBNU dan menetapkan mid formatur untuk kepengurusan baru.

Artinya, dalam rentang empat jam itu, kepengurusan lama berakhir dan dua pucuk kepemimpinan NU untuk lima tahun berikutnya ditentukan.

Namun, proses menuju malam penentuan tersebut sudah dimulai sejak Sabtu pagi. Peserta terlebih dahulu melanjutkan sidang-sidang komisi serta melakukan tabulasi terhadap nama-nama yang diusulkan menjadi anggota AHWA.

Hasil pembahasan dari enam komisi kemudian dibawa ke Sidang Pleno III untuk dilaporkan dan disahkan. Persidangan berlanjut ke Pleno IV pada pukul 15.30–17.30 WIB, sebelum memasuki Pleno V sebagai puncak agenda organisasi.

Persidangan Dimulai Jumat

Sehari sebelumnya, Jumat, 28 Agustus 2026, peserta mulai memasuki rangkaian persidangan. Sidang Pleno I dijadwalkan berlangsung pukul 08.00–11.30 WIB dengan agenda pembahasan tata tertib persidangan dan mekanisme pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU.

Selepas salat Jumat, peserta kembali mengikuti Sidang Pleno II pada pukul 13.30–17.00 WIB. Sidang ini akan membahas laporan pertanggungjawaban PBNU, pandangan umum peserta atas laporan tersebut, serta jawaban pengurus terhadap pandangan umum muktamirin.

Malam harinya, pembahasan dibagi ke dalam enam sidang komisi. Tiga di antaranya merupakan komisi Bahtsul Masail yang membahas persoalan keagamaan tematik, aktual, dan perundang-undangan. Tiga komisi lainnya membahas organisasi, program kerja, serta rekomendasi muktamar.

Sidang-sidang komisi dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik di kompleks Bahrul Ulum Tambakberas, mulai dari Aula Ma’had Aly, Aula Madrasah Fatah Hasyim, Gedung Serbaguna Hasbullah Said, Kampus IAIBAFA, Aula Unwaha, hingga halaman MAN 3 Jombang.

Diawali Istighotsah dan Pembukaan

Rangkaian Muktamar ke-35 NU sebenarnya sudah dimulai sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Para peserta dijadwalkan melakukan registrasi dan check-in mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB di kompleks MTs dan MA Bahrul Ulum Tambakberas.

Pada malam harinya, para muktamirin akan mengikuti Istighotsah Kubro di halaman Gedung Serbaguna Hasbullah Said.

Keesokan harinya, Kamis, 27 Agustus 2026, rangkaian pembukaan akan dilaksanakan di Lapangan Untung Suropati. Prosesi pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 20.00–22.15 WIB.

Presiden Prabowo Subianto diundang untuk membuka langsung Muktamar ke-35 NU. Namun, kehadiran Presiden masih menunggu penyesuaian jadwal.

Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden untuk meminta kesediaannya hadir dan membuka muktamar.

“Insyaallah, PBNU telah berkirim surat kepada Bapak Presiden Prabowo untuk bisa membuka secara langsung Muktamar ke-35 pada 27 Agustus. Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan,” kata Gus Ipul setelah meninjau persiapan muktamar di Tambakberas, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain amanat Presiden, pembukaan akan diisi laporan Ketua Panitia Muktamar, sambutan Ketua Umum PBNU, serta khutbah iftitah Rais Aam PBNU.

Ditutup Minggu Pagi

Jika seluruh agenda berjalan sesuai jadwal, Muktamar ke-35 NU akan ditutup pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026.

Dalam seremoni penutupan tersebut, panitia akan menyerahkan hasil-hasil muktamar. Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih juga dijadwalkan menyampaikan sambutan pertama mereka setelah ditetapkan memimpin NU untuk masa khidmah 2026–2031.

Setelah penutupan, panitia akan menggelar konferensi pers sebelum para peserta kembali ke daerah masing-masing.

Meski alur muktamar mulai tergambar, panitia mengingatkan bahwa rundown tersebut masih bersifat sementara. Jadwal dan urutan kegiatan masih dapat berubah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan muktamar.

Jika tidak ada perubahan, Sabtu malam akan menjadi puncak seluruh rangkaian: empat jam yang menentukan arah kepemimpinan NU selama lima tahun mendatang.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button