HeadlinePariwisata

Cetak SDM Berkualitas, Poltekpar Lombok Diminta Perkuat Kemitraan.

PRAYA – QOLAMA.COM | Maju tidaknya sektor pariwisata di suatu daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sangat bergantung dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, sesuai kebutuhan dan tantangan zaman.

Pandangan tersebut disampaikan Stafsus Bidang Keamanan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Irjen Pol Adi Derian Jaya, ketika mengikuti forum komunikasi Kehumasan Poltekpar Lombok secara daring, Selasa 20 Oktober 2020.

“Sebagai kampus yang memang didesain mempersiapkan SDM memenuhi kebutuhan sektor pariwisata di NTB, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Poltekpar diminta bisa terus perkuat sinergisitas dengan semua stakholder, guna menghasilkan SDM berkualitas dan bisa menjawab tantangan zaman” kata Adi

Dikatakan, Pariwisata sebagai Induatri tergantung pada keberadaan manusianya, intraksi pariwisata konsumen dan produsen, yaitu wisatawan dan yang menwarkan wisata.

Ketersediaan SDM menjadi faktor kunci dalam mencapai keberhasilan, Industri akan bisa berjalan dengan baik, apabila mampu memancing keinginan atau ketertarikan wisatawan untuk kembali mengunjungi deatinasi wisata dimiliki suatu daerah, dan untuk bisa melakukan itu sangat dipengaruhi SDM.

“Karena itu, guna menghasilkan SDM unggul, selain memperkuat sinergisitas dengan semua stakholder, juga harus dibarengu dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan” katanya.

Membentuk kurikulum yang tepat, jalin komunikasi yang baik, biar Poltekpar bisa maju, apakah kurikulum sesuai kebutuhan zaman, industri dan kebutuhan lain, menyusun kurikulum yang bagus, tentu tergantung kebutuhan di daerah NTB.

Berkomunikasi dengan ahli pariwisata, mengkonsultasikan struktur yang bisa menjadi bahan pelatihan, sehingga nanti bisa menjawab tantangan dan kebutuhan di masa depan. Sehingga ketika mahasiswa Poltekpar Lombok sudah lulus, bisa disambut dan ditunggu tunggu industri.

“Sektor yang tidak kalah penting menjalin kemitraan adalah sektor industri, kalau kemitraan sudah kuat, lulusan dihasilkan nanti bisa langsung bekerja” harapnya.

Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Hamsu Hanafi mengatakan, Poltekpar sampai saat ini memiliki empat jurusan, antara lain, kuliner, tata bidang, divisi perjalanan pariwisata, dengan jumlah mahasiswa sejak 2016, 1359, dimana sekitar 96 persen berasal dari NTB, dan tahun ini akan diwisuda sebanyak 314 secara daring.

“Seluruh biaya wisuda gratis, tidak ada pungutan, bahkan memberikan perangkat wisuda berupa toga diberikan kampus, tidak dikenakan biaya wisuda” katanya.

Mengenai pelaksanaan wisuda sendiri, banyak orang tua yanh menginginkan pelaksanaan wisuda bisa dilaksanakan secara ofline, hanya saja karena masih dalam kondisi Pandemi, tidak bisa dilaksanakan, harus dapat izin dari Satgas Covid-19 atau Kemenparekraf.

“Poltekpar sendiri memastikan, enam bulan setelah lulus, lulusan Poltekpar Lombok bisa bekerja di industri” katanya.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button