HeadlinePertanian

Lombok Utara Kembangkan Padi Varietas Sertani Untuk Irigasi Lahan Kering.

LOMBOK UTARA – QOLAMA.COM | Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengembangkan bibit padi jenis varietas Sertani untuk ditanam pada areal Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) dan Irigasi Lahan Kering (ILK).

“Sebagian lahan daerah KLU adalah daerah kering. Kalau ada tanaman pangan yang bisa dikembangkan, maka Pemda KLU akan tugaskan penyuluh penyuluhan petani yang ada supaya menanam padi, sebab dengan pertanian, ekonomi bagus, tidak terdampak Covid-19,” kata Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu ketika panen perdana padi varietas Setani di Desa Segara Katon.

Djohan mengajak petani memanfaatkan lahan kering yang ada di wilayah KLU. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga diminta bersinergi dengan membuat program menanam padi di daerah KLU menggunakan pupuk organik yang dibuat kelompok ternak. Karena KLU sudah banyak kelompok yang membuat pupuk organik.

Dikatakan, dari hasil laporan, panen padi varietas sertani hasilnya 2,6 ton dengan titik yang tidak standar, padi jenis ini memang cocok ditanam di daerah Lombok Utara. Diharapkan kedepan banyak petani yang berminat dengan Varietas Sertani. Penyuluh pertanian supaya menyampaikan dan memberikan contoh ke daerah-daerah di KLU yang cocok ditanami.

Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Evi Winarni MSi menyatakan panen padi varietas Sertani masuk perluasan areal tanaman baru yang masih berupa tegalan. Perluasan areal secara keseluruhan seluas lima hektar, namun yang sudah diintervensi dengan perpipaan atau irigasi tertutup adalah 20 hektar, termasuk melakukan penempatan indeks tanaman.

“Tadinya lahan ini hanya ditanami perkebunan dan beberapa tanaman hortikultura. Sekarang sudah bisa intervensi dengan tanaman pangan padi,” jelasnya.

Dikatakan, usaha kelompok tani berbeda-beda. Ada yang kelompok ternak, kelompok tani, kelompok UMKM juga artinya kelompok tani begitu antusias terhadap program pemerintah. Jumlah ternaknya mencapai 160 ekor, sedangkan diantaranya betina 92 ekor.

Petani belum melakukan penggemukan, baru produksi saja, jumlah anggota aktif perkebunan 36 orang, peternakan 56 orang perkebunan 70 orang dan 20 orang melakukan tanaman padi. Ada pula kelompok peternak madu, disamping peternakan,” urainya.

Ketua Kelompok Tani Silaq Ngiring, Saha Priyanto mengatakan bersyukur setelah dibuatkan bendungan, sudah bisa bercocok tanam. Sebelumnya, kelompok petani anggotanya belum terpikir, lahan tersebut bisa ada air.

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button