HeadlineLombok TengahPolitikTokoh

PWNU NTB Sayangkan Dukungan PCNU Ke Salah Satu Bakal Paslon di Loteng

MATARAM, QOLAMA.COM | Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) DR. Jumarim Umar Maye menyayangkan tindakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Tengah yang baru-baru ini secara kelembagaan mendukung salah satu pasangan bakal Calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah 2020-2025.

“PCNU itu bukan Parpol, karena itu saya sebagai pengurus di PWNU menyayangkan tindakan PCNU Loteng yang mendahului tindakan partai politik dalam mendukung salah satu bakal pasangan calon” Ungkapnya, Sabtu, (26/6/2020) di Mataram.

Sejak kembali ke Khittah Kata DR. Jumarin, Nahdlatul Ulama telah mengambil jalan politik kebangsaan, politik keumatan dan politik kerakyatakan. Bukan politik praktis yang berorientasi kekuasaan. Karena itu, sebagai warga negara, Warga Nahdliyyin berhak berpolitik secara perseorangan sedangkan NU sebagai lembaga atau organisasi, harus steril dari politik semacam itu.

“Silakan semua kader terbaik NU maju di pilkada dan berjuang memenuhi syarat dan ketentuan di KPU tapi jangan memperalat lembaga seperti PCNU dan PWNU untuk mendapatkan dukungan” Ungkap Jumarim
Lanjut Jumarim, tindakan PCNU Lombok Tengah yang mendukung salah satu Bakal Pasangan Calon padahal belum ada surat keputusan dari partai politik pendukung dan pengesahan oleh KPU samasaja dengan sedang memperalat NU untuk kepentingan politik Paslon tertentu.

“Jika salah satu paslonnya adalah pengurus inti NU dan ikut menandatangani surat dukungan pada dirinya sendiri atas nama PCNU, itu berarti telah menjegal dan atau menutup peluang calon dari kader NU lainnya dan sangat tidak baik bagi perjalanan NU ke depannya” Jelas Jumarim.

Jumarim juga menyayangkan surat undangan rapat PCNU Loteng yang menghasilkan kesepakatan bersama PCNU Loteng tersebut telah mencatut nama Rois Syuriah PWNU NTB TGH. L. Turmudzi Badaruddin untuk menghadirkan pengurus MWC NU dan ketua berikut sekretaris badan Otonom NU di bawah PCNU Lombok Tengah. Tak kalah anehnya kata Jumarim, semua pengurus yang diundang tidak boleh diwakili, harus bawa stempel dan dihimbau tidak menyebarluaskan undangan tersebut.

“Kami lihat di daftar pemberi dukungan, tokoh pertamanya disebutkan Pengasuh Ponpes Qamarul Huda dengan jabatannya Rais Syuriah PWNU NTB TGH.L.M.Turmuzi Badaruddin, ditandatangani dan distempel pakai ponpes qamarul Huda” Ujar Jumarim

Karena peristiwa ini, DR. Jumarim mengajak semua pengurus NU baik di PWNU, PCNU, MWC NU hingga Ranting agar tetap pada politik kebangsaan, menjaga marwah NU dan mengayomi semua jamaah tanpa terkecuali.

“Kita dorong semua kader Nahdliyyin berkiprah di Politik, Ekonomi dan lain-lain, berikan kesempatan kepada mereka untuk berikhtiar bahkan menjadi pemimpin di daerahnya sendiri tapi jangan sampai lembaganya ikut berpolitik, dukung semuanya agar mereka merasa terayomi oleh Jam’iyyah ini” Pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: