AgamaFeaturesHeadlineTokoh

KHR Kholil As’ad Syamsul Arifin Isi Pengajian di Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak, Ajak Umat Islam Saling Menolong dan Bersatu

LOMBOK TENGAH — Kiai kharismatik asal Jawa Timur, KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin, mengisi pengajian di Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin, 22 Juni 2026.

Kehadiran KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Sirajul Huda disambut penuh rasa syukur dan kebahagiaan oleh keluarga besar pesantren, para tokoh, serta ratusan jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda, Ahmad Jumaili, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran ulama kharismatik tersebut. Menurutnya, kehadiran KHR. Kholil As’ad merupakan kehormatan besar bagi keluarga besar Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak.

“Beliau adalah guru kami yang sangat kami takdzimi. Saya sangat bahagia beliau bisa mengaji di Sirajul Huda,” ungkap Jumaili.

Hal senada disampaikan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda, TGH. Abdullah, S.Pd. Ia mengaku sangat bahagia karena KHR. Kholil As’ad dapat hadir langsung di pesantren tersebut.

“Kami sangat bahagia Kiai Kholil bisa hadir di pondok ini. Semoga kehadiran beliau membawa barokah untuk Pondok Pesantren Sirajul Huda, masyarakat Desa Durian, dan masyarakat Lombok secara umum,” ujarnya.

Selain dihadiri ratusan jamaah, pengajian KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin di Ponpes Sirajul Huda juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain TGH. Ibnu Kholil, alumni Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo, Ustadz Lalu Muhammad Sulhan Zihadi, TGH. Mujitahidin, Ustadz Dedi Karyawan, serta sejumlah tokoh lainnya.

KHR Kholil As’ad Ajak Umat Islam Saling Menolong

Dalam pengajiannya, KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jamaah. Ia mengajak umat Islam untuk senantiasa saling tolong-menolong, saling mencintai, dan tidak saling menyakiti.

Menurutnya, menyakiti sesama makhluk merupakan perbuatan yang harus dijauhi. Bahkan kepada binatang sekalipun, manusia dilarang menyakiti, apalagi kepada sesama manusia, terlebih lagi kepada sesama mukmin.

Ia menegaskan bahwa umat Islam harus menjaga persatuan dan memperkuat semangat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

“Umat Islam harus bersatu dan saling menolong. Yang kaya menolong yang miskin, yang berilmu menolong orang yang belum berilmu,” demikian pesan yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti pengajian KHR. Kholil As’ad di Pondok Pesantren Sirajul Huda. Ia menekankan bahwa kehidupan umat Islam harus dibangun di atas kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.

Pentingnya Memilih Majelis, Organisasi, dan Lingkungan yang Baik

Selain mengajak umat Islam saling menolong, KHR. Kholil As’ad juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan, perkumpulan, organisasi, majelis, hingga lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat orang-orang saleh.

Ia berpesan agar umat Islam berhati-hati dalam memasuki suatu perkumpulan apabila di dalamnya tidak terdapat orang saleh, meskipun tingkat kesalehan orang tersebut sederhana.

Menurut KHR. Kholil As’ad, pesan ini berlaku dalam berbagai bentuk perkumpulan, baik organisasi, majelis, partai politik, maupun lembaga pendidikan. Sebab, keberadaan orang saleh dalam sebuah lingkungan dapat menjadi penuntun arah dan penjaga nilai kebaikan.

Ia menjelaskan bahwa orang saleh memiliki tingkatan, mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Demikian pula ulama dan para wali memiliki kedudukan masing-masing. Adapun puncak tertinggi dari kesalehan, keulamaan, dan kewalian adalah Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan tersebut, KHR. Kholil As’ad juga mendoakan agar Pondok Pesantren Sirajul Huda benar-benar menjadi pesantren yang bermanfaat bagi umat.

KHR Kholil As’ad: Lombok Banyak Orang Saleh dan Wali

Dalam pengajiannya, KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin juga menyampaikan bahwa Lombok merupakan daerah yang memiliki banyak orang saleh dan wali.

Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari banyaknya masyarakat Lombok yang beriman, melaksanakan salat, serta mencintai kegiatan mengaji dan majelis ilmu.

Ia menyebut, semangat keagamaan masyarakat Lombok menjadi salah satu tanda bahwa daerah ini memiliki kedekatan dengan nilai-nilai kesalehan. Karena itu, tradisi mengaji, menghadiri majelis ilmu, dan mencintai ulama harus terus dijaga dan diperkuat.

Waspada Majelis dan Pesantren yang Tidak Meneruskan Perjuangan Nabi

Namun demikian, KHR. Kholil As’ad juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati terhadap majelis, perkumpulan, atau pesantren yang hanya menggunakan nama majelis dan pesantren, tetapi tidak benar-benar meneruskan perjuangan pesantren dan majelis ilmunya Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa sebuah lembaga tidak cukup hanya dilihat dari nama dan bentuk luarnya. Yang lebih penting adalah tujuan, arah perjuangan, nilai yang dibawa, serta orang-orang yang berada di dalamnya.

Untuk menjelaskan hal tersebut, KHR. Kholil As’ad mencontohkan kisah Masjid Dhirar pada masa Rasulullah SAW. Masjid tersebut dibangun oleh orang-orang munafik dengan tujuan menyaingi masjid Nabi.

Ketika Rasulullah SAW diminta mengimami salat di masjid tersebut, beliau belum sempat hadir karena sedang menghadapi masa peperangan. Setelah perang selesai, turun ayat yang memberitahukan bahwa masjid tersebut tidak dibangun atas dasar iman, melainkan oleh orang-orang munafik. Rasulullah SAW pun memerintahkan para sahabat untuk menghancurkannya.

Menurut KHR. Kholil As’ad, kisah Masjid Dhirar menjadi pelajaran penting bahwa tempat ibadah, majelis, perkumpulan, atau lembaga pendidikan tidak cukup hanya dinilai dari namanya. Semua harus dilihat dari niat, tujuan, arah perjuangan, dan nilai keimanan yang diperjuangkan di dalamnya.

Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Ponpes Sirajul Huda

Usai pengajian, KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin melanjutkan kegiatan dengan meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pondok Pesantren Sirajul Huda. Selain menjadi majelis ilmu dan silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperkuat pembangunan pendidikan Islam di Lombok Tengah.

Keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda berharap, kehadiran KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin membawa keberkahan bagi pesantren, masyarakat Desa Durian, dan masyarakat Lombok secara umum.

Kegiatan pengajian ini sekaligus menjadi penguat semangat bagi Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak untuk terus berkhidmat dalam pendidikan, dakwah, dan pengembangan umat.

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button