Headline

Pesantren dengan Lebih 1.000 Santri Bisa Punya Dapur MBG Sendiri

Qolama.com — Jakarta. Pesantren dan sekolah keagamaan berasrama dengan lebih dari 1.000 penerima manfaat diperbolehkan membangun dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri. Kebijakan itu disampaikan Kementerian Agama pada 6 Agustus 2026. 

Dapur tersebut berbentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Skema ini memungkinkan pesantren besar mengelola layanan makanan lebih dekat dengan santri, tanpa bergantung pada dapur MBG yang lokasinya jauh.

Kementerian Agama sebelumnya juga menyebut pesantren dengan jumlah santri di atas 1.000 orang dapat mengelola SPPG secara mandiri. Bahkan jadwal penyediaan makanan bisa disesuaikan dengan pola kehidupan pesantren, termasuk ketika santri menjalankan puasa sunnah. 

Namun jumlah santri bukan satu-satunya syarat. Pembangunan dan pengelolaan SPPG tetap harus mengikuti standar Program MBG, termasuk tata kelola, keamanan pangan, sarana dapur, serta ketentuan teknis Badan Gizi Nasional. BGN saat ini juga telah menerbitkan petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan MBG. 

Kebijakan ini menjadi peluang bagi pesantren besar yang selama ini telah memiliki sistem dapur dan konsumsi sendiri. Namun pengelola tetap perlu menunggu proses rekomendasi, verifikasi, serta memenuhi persyaratan yang ditentukan sebelum dapur MBG dapat beroperasi.

BGN sendiri terus memperluas jaringan SPPG di lingkungan pesantren agar penerima manfaat MBG di lembaga pendidikan keagamaan semakin banyak. 

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button