
Mataram – Qolama.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat periode 2025–2028 resmi dilantik pada Minggu (8/2/2026). Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang mengusung agenda peremajaan gerakan pemuda atau rejuvenasi pemuda NTB.
Ketua DPD KNPI NTB, Daud Azhari, mengatakan bahwa rejuvenasi yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi juga menyangkut transformasi pola pikir dan arah gerak pemuda dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, pemuda NTB saat ini dihadapkan pada tuntutan peningkatan kualitas diri, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap agenda peremajaan dapat memicu lahirnya gagasan produktif yang berdampak nyata.
“Kita harus berbenah dan menata ulang fokus pada tujuan besar, yakni memajukan kualitas pemuda di Bumi Gora,” ujar Daud.
Selain peningkatan kapasitas SDM, penguatan solidaritas internal organisasi juga menjadi perhatian. Daud menekankan pentingnya membangun visi kolektif dan mengedepankan kolaborasi di tengah keberagaman latar belakang pengurus, sehingga KNPI dapat menjadi ruang yang menyatukan.
Dalam relasinya dengan pemerintah daerah, KNPI NTB menegaskan posisi sebagai mitra strategis yang tetap independen. Organisasi kepemudaan itu menyatakan siap berkolaborasi dalam program pemberdayaan, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan pemuda.
Dengan kepengurusan baru ini, KNPI NTB diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang relevan dan berkelanjutan guna menjawab tantangan pembangunan kepemudaan di Nusa Tenggara Barat.