Berugak DesaHeadline

Baru Dua Bulan Dibangun, Jembatan Penghubung di Desa Banyu Urip Ambruk.

LOMBOK TENGAH, QOLAMA.COM | Baru dua bulan dibangun, sebagian jembatan penghubung Dusun Pantek, Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) ambruk dan rusak parah.

Ambruknya sebagian jembatan penghubung diduga kuat karena campuran semen pada sirtu pengerjaan konstruksi jembatan tidak sesuai dengan ketentuan.

Hamzah, warga dayen eat, Dusun pantek bercerita, dari awal pembangunan konstruksi jembatan penghubung maupun jalan sudah tidak serius dan asal – asalan, sehingga tidak heran belum dua bulan sudah ambruk.

“Bagaimana jembatannya tidak ambruk, proses pengerjaan konstruksinya dari awal sudah asal – asalan, wajar saja rusak” tutur Hamzah kepada Qolama.com, Minggu 3 Januari 2021.

Hamzah mencontohkan, model pondasi seharusnya digali dan dibuat bersayap, agar kostruksi kuat, tapi oleh tukang, atas perintah pemborong dibuat lurus, bagamaiana tidak cepat rusak, ketika musim hujan datang.

Belum lagi campuran semen yang memang tidak sesuai, sehingga pondasi jembatan tidak kuat dan mudah ambruk

“Untuk pemasangan pondasi, proses galiandilakukan, hanya dipasang dipermukaan dasar sungai

Nurhasanah, warga lain juga menyesalkan pembanguan jembatan penghubung yang asal – asalan, padahal kalau dilihat dari besaran anggaran pembangunan dicanangkan mencapai 86 juta lebih.

“Sangat disayangkan, jembatan penghubung yang seharusnya bisa membantu kelancaran aktivitas masyarakat, belum apa – apa sudah rusak” desanya.

Nurhasanah mengingat, bagaimana ketikasebagian jembatan penghubung dusun Pantek ambruk pada malam hari sekitar habis shalat isya. Oleh warga, ambruknya jembatan bukan tidak pernah dilakukan.

Oleh pihak desa pernah berjanji akan diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dan kerusakan jematan semakin parah, apalagi memasuki musim hujan seperti sekarang, banyak pasir urus terkikis air.

Pantauan Qolama.com kondisi kerusakan jembatan penghubung yang dibangun dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 tersebut memang sudah sangat parah, sebagian pagar pembatas di pinggiran sudah ambruk ke sungai, sebagian lain sudah mulai miring dan hanya bisa dilewati sepeda motor.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button