EkbisHeadline

BPR Diminta Bantu Permodalan Bagi UKM Untuk Kembangkan Usaha.

MATARAM – QOLAMA.COM | Bank Perkreditan Rakyat diminta bisa berkontribusi membantu mempermudah masyarakat pelaku UKM dan IKM mendapatkan akses permodalan untuk menjalankan usahanya.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkiflimansyah ketika melakukan pertemuan dengan Tim Konsilidasi dan Penggabungan PD. BPR NTB di Mataram, Rabu 8 Juli 2020.

“Keberadaan BPR hingga di pelosok desa, harus mampu memberikan kontribusi modal bagi UKM dan IKM, sehingga masyarakat kita terus produktif,” kata Zul.

Berbagai produk banyak dihasilkan masyarakat NTB, bahkan sepeda listrik sudah dapat diproduksi oleh putra daerah. Makanya, program JPS Gemilang NTB menggunakan produk hasil UKM dan IKM di NTB.

Untuk itulah BPR diharapkan bisa memberikan modal di setiap desa agar mampu memproduksi sepeda listrik atau pengadaan sepeda listrik hasil karya UKM NTB,begitu juga UKM lain.

“Mengingatkan agar BPR menampilkan kesederhanaan dan pendekatan kelokalan, agar masyarakat tidak sungkan untuk meminta modal dalam pengembangan usahanya” katanya.

Ketu Tim Konsilidasi PD BPR NTB, Lalu Suwandi Arwan mengatakan PD. BPR NTB sesuai Perda 10 tahun 2016. Proses penggabungan dan perubahan dari PD ke PT ini sedang proses finalisasi.

Menurutnya, proses konsilidasi terus dilakukan begitupun kelengkapan administrasi serta perumusan hal teknis lainnya. Persiapan seperti legalitas perusahaan, sistem IT nya dan termasuk persiapan SDM akan diselesaikan.

“Insya Allah pada bulan Agustus 2020, akan kita luncurkan,” katanya.

Penggabungan 8 BPR se NTB yang dileburkan menjadi PT.BPR NTB berjenjang. Ia juga menjelaskan tentang kepemilikan saham Pemda NTB ada 51 persen sedangkan Kabupaten/Kota 49 persen. Peleburan ini juga sesuai petunjuk OJK Mataram didalam terkait penyusunan rancangan peleburan ini.

Selain itu, Awan menuturkan bahwa konsen BPR selama ini kepada UKM dan pengusaha kecil. Di NTB total penyebaran kredit dari hasil per Juni 2020 total aset BPR ada 750 Miliar Rupiah, dengan outstanding kredit 625 Miliar Rupiah. Sehingga ada 61 persen total kredit ini ke UMKM.(TIK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close