AnggaranHeadlineHukum dan KriminalMataramNasionalSosialTokoh

DPRD NTB Berhasil Rampungkan Raperda Pencegahan Perkawinan Anak

“Raperda ini inisiatif DPRD NTB untuk menekan laju angka perkawinan anak yang terus naik di NTB, bahkan disituasi pandemi covid-19, grafiknya semakin meninggi” Ungkap Ketua Pansus DPRD NTB Raperda Pencegahan Perkawinan Anak.

MATARAM, QOLAMA.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NUsa Tenggara Barat (NTB) telah merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) “Pencegahan Perkawinan Anak” dalam Paripurna DPRD NTB, Jumat 29 Januari 2021.

Ketua Pansus Raperda “Pencegahan Perkawinan Anak” Akhdiansyah, S. Hi usai Paripurna mengatakan, Perda ini adalah inisiatitif DPRD NTB sebagai upaya menekan laju angka perkawinan anak di NTB selama 5 tahun terakhir,

“Raperda ini inisiatif DPRD NTB untuk menekan laju angka perkawinan anak yang terus naik di NTB, bahkan disituasi pandemi covid-19, grafiknya semakin meninggi” Ungkapnya.

Untuk itu, sebagai ketua Pansus ia berterima kasih kepada semua anggota Komisi V yang telah bersama-sama merampungkan pembahasan Raperda tersebut hari ini.

“Perda ini mengatur secara persuasif pencegahan perkawinan anak, salah satunya dengan mendorong maksimalisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga-lembaga terkait baik yang di Pemerintahan maupun diluar pemerintahan” Ungkap Politisi yang akrab disapa Guru To’i ini.

Diantara beberapa lembaga yang akan dikomunikasikan untuk bersinergi antara lain adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Kesehatan (Dikes), Dinas Sosial Dinsos dan P3A, Lembaga vertikal seperti BKKBN dan Departemen Agama, NGO, Akademisi serta Toga/Toma.

“Nantinya DPRD Propinsi serta berbagai lembaga tersebut akan bersinergi dalam satgas kelembagan Pencegahan perkawinan anak” Ungkapnya.

Selain mengatur berbagai hal soal Perkawinan Anak, perda ini juga mengatur sanksi administarif dan denda bagi pihak-pihak yg secara sengaja dan terbukti ikut serta sebagai aktor dalam peristiwa-peristiwa kasus Perkawinan anak di NTB.

“Semoga dengan hadirnya Perda ini dapat menekan dan meminimalisir angka perkawinan anak di NTB dan generasi masa depan terselamatkan.” Pungkasnya. []

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button