Tak Berkategori

Polri dan NU, Tegaskan Kerjasama Dari Pusat Hingga Daerah

JAKARTA, QOLAMA.COM | Usai dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis, (28/1/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka Silaturrahim kepolisian RI mulai dari pusat hingga daerah Bersama PBNU dari Pusat Hingga daerah.

Ketua PBNU KH. Said Sirodj dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada kapolri yang baru Jend. Sigit Sulystyo dan menyatakan terimakasih atas silaturrahim yang dilakukan ke PBNU.

“Silaturrahim ini harus dilanjutkan ke Silatulafkar yakni menyamakan persepsi dan silaturamal atau Kerjasama-kerjasama kedepan antara Nahdlatul Ulama dan Kepolisian Republik Indonesia dalam membangun Indonesia yang damai”.

Sementara itu, Kapolri Jend. Listyo Sigit Prabowo menyatakan, silaturrahim ini dilakukan karena dirinya menyadari bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas nasional dan kamtibmas tanpa melibatkan semua komponen masyarakat terutama dengan Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama.

“Selalu kami sampaikan kepada seluruh anggota bawah Polri tidak mungkin bisa bekerja sendiri, kita harus bisa bersinergiuntuk bisa menjaga stabilitas Kamtibmas. Sehingga mau tidak mau, sinergi harus dilakukan” Ungkapnya.

BACA JUGA:

Ribuan Nahdliyyin Menerima Ijazah Wirid Siwak Nahdlatul Ulama

Puluhan Ulama NU NTB, Kaji Hukum Perkawinan Janda Hingga Tabungan Sekolah

Guru Bangkol: Sebuah Kearifan Masa Lalu

TGH. M Soleh Hambali, Pencetak Ulama yang Hilang Dalam Catatan Sejarah

Dalam silaturrahim yang diikuti oleh seluruh kapolda dan Kaporles seluruh Indonesia ini, Komjen Sigit menyatakan kedepan akan banyak sekali program-program dalam pemeliharaan Kamtibmas yang akan dikerjasamakan dengan NU, mulai dari bagaimana menjadi keamanan lingkungan, hingga bagaimana menjaga kedamaian dan keberagaman di Indonesia.

“Negara ini Negara Kesepakan, Pancasila sebagai dasar negara, NKRI harus kita pertahankan, menjaga situasi tersebut adalah kewajiban bersama” Tambahnya.

Lanjut kapolr, di lapangan sebenarnya interaksi antara kepolisian dengan NU selama ini sangat dirasakan khususnya dalam kegiatan-kegiatan tertentu, seperti kegiatan hari-hari besar keagamaan, khususnya agama yang non muslim.

“Dimana kawan-kawan dari Banser, pagar Nusa selalu berdampingan dengan kepolisian untuk memelihara menjaga kambtibmas, sehingga tidak asing lagi bagi kami.” Ungkapnya.

Bahkan saat menjadi Kapolda di Banten kata Sigit, ia sering sowan ke beberapa ulama dan berbicara tentang bagaiamana agar masyarakat tidak terpapar terorisme dan radikalisme. Dan para ulama di Banten saat itu menyampaikan, yang paling bagus untuk mencegah hal tersebut yaitu dengan belajar kitab kuning. Pada saat itu yang dimaksudkan kitab kuning katanya yaitu kitab karangan Syech Nawawi Al bantani, salah sau ulama besar banten yang dulu hidup di Makkah dan wafat di Makkah.

Komjen Sigit bahkan menyatakan harapannya, anggota-anggota kepolisian di Indonesia diisi oleh orang-orang yang ahli, yang faham dan mengerti tentang kondisi keindonesiaan, bahkan anggota-anggota Polri terdiri dari santri yang berasal dari madrasah dan pesantren.

“Kami selalu sampaikan, dan berharap anggota-anggota kami diisi oleh orang-orang yang ahli, yang faham dan mengerti tentang kondisi keindonesiaan kita, kita akan sangat senang jika anggota-anggota kita terdiri dari madrasah, apalagi di beberapa daerah, angggota-anggota kami tersebut adalah putra dari tokoh-tokoh agama, sehingga Ketika rekrutmen dan kita Kembalikan ke daerah tersebut, pasti menjadi anggota polisi yang di hormati dan dicintai rakyat, dan juga faham masalah agama sehingga Ketika menyampaikan sesuatu yang terkait dengan keagamaan, mereka faham.” Paparnya.

Ia juga meminta kepada seluruh Kapolda, Kapolres dan Kapolsek se-Indonesia agar membangun Kerjasama dengan Nahdlatul Ulama.

“Terhadap rekan-rekan NU yang ada di wilayah, bahkan sampai di level cabang, kalo ada polisi, kapolsek, kapolres, kapolda yang tidak mau bertemu dengan NU berarti tidak menghormati saya sebagai warga nahdliyyin, jadi wajib hukumnya untuk bekerjasama.” Pungkasnya disambut gelak tawa. []

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button