HeadlineLombok TengahNasionalTokoh

GNPT Pertanyakan Peran Gubernur Zul Dalam Polemik BIZAM

PRAYA, QOLAMA.COM | Polemik penamaan Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sampai saat ini masih terus berlangsung.

Terahir, ratusan masyarakat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pada Kamis 31 Desember 2020 malam, menurunkan plank tambahan kalimat Zainuddin Abdul Madjid di pintu masuk BIL yang diduga dipasang Pemprov NTB.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum GMPT NTB. Gerakan Masyarakat Pro Transparansi (GMPT) yang juga tokoh agama masyarakat Loteng, Ustad Nuresim mempertanyakan peran Gubernur NTB dalam menyelesaikan polemik perubahan nama BIL jadi BIZAM.

“Pak Gubernur jangan diam, dimana tanggungjawab anda sebagai Pemimpin di Provinsi NTB, segera ambil jalan tengah, kumpulkan semua tokoh yang ada, terutama tokoh masyarakat Loteng untuk menyelesaikan persoalan tersebut” kata Nuresim.

BACA K JUGA :

Branding ZAMLIA Gagal Lagi! Masyarakat Tetap Menolak

PIN Loteng Apresiasi Warga Yang Turunkan Nama BIL

EF Kritik “Kebobrokan” Pelayanan Kesehatan di RSUD Praya

Masih berlarutnya polemik perubahan nama BIL menjadi BIZAM sebagai bukti gagalnya Gubernur sebagai pimpinan tertinggi NTB dalam menyelesaikan masalah di daerah, gagal memediasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat Loteng.

Dikatakan, terjadinya penolakan perubahan nama BIL menjadi BIZAM oleh masyarakat Loteng, tidak terlepas dari proses pergantian nama yang tidak melalui prosedur benar, dengan melibatkan tokoh masyara, agama, adat, pemuda, Pemkab Loteng dan DPRD

“Tidak bisa dong asal main ganti, tanpa melibatkan tokoh masyarakat yang ada, termasuk Pemkab dan DPRD Loteng, meski semua tau perubahan nama suatu bandara merupakan kewenangan pemerintah pusat, tapi prosedurnya kan sudah ada”

“Kenapa Pemprov harus mengganti nama bandara secara diam – diam di malam hari, kayak maling saja. Kalau memang prosedurnya sudah benar dan disepakati masyarakat, jangankan malam, siang saja silahkan. Tapi yang terjadi selama ini, perubahan naman bandara BIL kan terlalu dipaksakan.” Protes ya.

Nuresim menambahkan, masyarakat pada dasarnya bukan tidak sepakat malah bangga tokoh masyarakat Sasak jadi pahlawan nasional, tapi ketika hendak disematkan menjadi nama bandara harus libatkan masyarakat Loteng

Terahir ia juga berharap, dengan kondisi polemik perubahan nama BIL jadi BIZAM yang terus memanas, semua tokoh, termasuk pejabat birokrasi dan pejabat publik lain, termasuk Bupati Lombok Barat bisa berkomentar dengan statemen meneduhkan, bukan justru semakin memperkeruh situasi di tengah masyarakat.[]

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button