HeadlineTekhnologi

Lebih Canggih Dari Zoom, Facebook Bakal Bikin Messenger Room

Meningkatnya kebutuhan akan video call selama pandemi membuat Facebook menambah fitur baru dalam aplikasinya, Messenger Room.

Fitur video conference yang sementara ada di Facebook Messenger ini bisa diikuti hingga 50 peserta. Messenger Room diklaim bekerja dengan unik. Pesertanya bisa keluar dan masuk dengan bebas selama percakapan masih berlangsung.

John Hegeman, wakil presiden untuk news feed pada Facebook mengatakan jika perusahaanya ingin menciptakan momen “kebetulan” yang sering terjadi di dunia offline. Kelebihan yang menurutnya tidak dimiliki oleh kompetitor sejenis lainnya. “Di dunia nyata, kamu punya kemungkinan untuk bertemu dengan kenalan lama, jadi kami berharap ada sedikit kebetulan yang muncul di produk ini,’ kata Hegeman.

Room bisa digunakan lewat Facebook atau Messenger. Perusahaan berencana untuk menambah fitur ini di Instagram, Whatsapp, dan portal pada gawai khusus untuk video call. Mereka yang membuat Messenger Room mampu mengatur percakapan menjadi privat, memblokir peserta yang tak diinginkan, dan mengundang peserta yang tidak ada di Facebook. Peserta juga bisa menggunakan filter realitas tambahan dan mengubah latar belakang mereka secara real-time. Room akan dipublish secara umum di Facebook news feed setelah siap diluncurkan. Fitur ini kini sedang dalam tahap uji coba.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu kini sedang mendisain cryptographers khusus untuk mencegah penyusup masuk dalam percakapan. Rencananya fitur ini akan diluncurkan lebih awal di Inggris pada Jumat, dan diikuti pengguna Facebook di seluruh dunia beberapa minggu berikutnya.

Dialihbahasakan dari BBC, Messenger Room sedang diujicoba di Argentina dan Polandia, di mana Facebook Messenger paling banyak digunakan. Selama uji coba, fitur video conference dari Facebook ini bisa menyelenggarakan percakapan dengan peserta hingga 20 orang, namun Facebook meyakinkan kemampuan ini akan bertambah hingga 50 orang di beberapa minggu kedepan. []

Tulisan ini sudah di Publish di Ngopibareng

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button