Headline

Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta Keluarkan Maklumat Soal Kisruh PBNU

Para pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta akhirnya angkat suara terkait dinamika panas yang tengah melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Lewat maklumat resmi yang dirilis pada Minggu (7/12/2025), para kiai menegaskan posisi mereka dan menyerukan keteduhan di tengah memanasnya situasi.

Maklumat tersebut disampaikan setelah para kiai Krapyak menggelar musyawarah pada 27 November 2025. Hasilnya, ada empat poin penting yang mereka sampaikan kepada publik.

Dukung Kepemimpinan Dwi Tunggal Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Dalam salah satu poin, para pengasuh Krapyak menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Dwi Tunggal PBNU: KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Mereka menilai keduanya tetap harus menjalankan amanah hingga muktamar berikutnya berlangsung secara sah dan konstitusional.

“Menjaga keteduhan organisasi itu penting. Kepemimpinan PBNU harus berlangsung sampai muktamar secara tertib,” demikian kurang lebih sikap para pengasuh.

Minta Warga NU Tak Ikut Terprovokasi

Para kiai juga meminta agar setiap persoalan diselesaikan lewat mekanisme organisasi, bukan saling serang di media sosial atau ruang publik. Semua pihak diminta menahan diri agar konflik internal tidak melebar.

Dalam maklumatnya, para pengasuh mengajak warga Nahdliyin menjaga suasana tetap tenang. Mereka menekankan pentingnya memperbanyak doa dan mendekat kepada Allah SWT agar NU mendapat jalan keluar terbaik dari situasi yang berkembang.

Maklumat ini ditandatangani oleh sejumlah pengasuh dan dzurriyah Pesantren Krapyak, termasuk KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir, KH. Hilris Ali Maksum, Ny. Hj. Ida Fauziah Ali Maksum, KH. Chaidar Muhaimin Afandi, Dr. Hilbram Muhammad, M.A., dan para kiai lainnya.

Dengan maklumat ini, Pesantren Krapyak secara tegas mengambil posisi untuk menjaga stabilitas dan marwah NU di tengah memanasnya isu perpecahan di tubuh PBNU.

Adsvertise
Selengkapnya
Back to top button