
Rencana Kedatangan Habib Rizieq di Banyumas Resmi Dibatalkan, Warga Tegaskan Tolak Orasi Provokatif
Rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) bersama menantunya, Hanif Al Attas, untuk mengisi pengajian di Cilongok, Banyumas, akhirnya resmi dibatalkan. Penolakan keras dari masyarakat yang khawatir bentrokan berdarah Pemalang akan terulang jadi alasan utama pembatalan.
Sejak pekan lalu, gelombang Penolakan Masyarakat terlihat dari spanduk-spanduk penolakan yang bermunculan di berbagai titik di Cilongok, Kemranjen, Jompo, dan Pekuncen. Warga menilai kehadiran HRS tidak membawa kesejukan dakwah, melainkan orasi provokatif yang mengancam persatuan sosial.
“Kami tidak ingin Banyumas menjadi ajang konflik baru. Jika HRS memaksa datang, masyarakat siap membubarkan acara. Ini demi menjaga kedamaian dan persatuan Banyumas,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Trauma Bentrok Pemalang Masih Membekas
Kekhawatiran warga Banyumas bukan tanpa alasan. Hanya dua hari sebelumnya, pengajian HRS di Pemalang berakhir ricuh akibat bentrokan antara Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI‑LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI), menyebabkan 15 orang luka-luka, termasuk aparat kepolisian. Trauma atas kejadian itu membuat warga Banyumas tidak mau mengambil risiko.
PWI‑LS dan Ormas Lainnya Menolak kedatangan HRS
Selain warga, PWI‑LS Banyumas dan sejumlah organisasi kemasyarakatan di banyumas bersama-sama menyuarakan penolakan kedatangan HRZ. Mereka menegaskan Banyumas harus dijaga dari potensi provokasi.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Banyumas tidak butuh ceramah yang memecah belah umat,” kata salah satu koordinator PWI‑LS Cilongok.
Panitia Akui Acara Dibatalkan
Pihak panitia akhirnya menyerah pada desakan masyarakat. Sukoco, koordinator keamanan dari Ponpes Raudhatul Jannah, mengonfirmasi pembatalan tersebut. “Kami menghormati aspirasi warga. Acara ini kami batalkan agar tidak ada gesekan. Semoga situasi tetap kondusif.” Ujarnya.
Aparat Siaga dan Imbau Tenang
Kepolisian Banyumas mengapresiasi langkah warga yang mengutamakan pencegahan konflik. Aparat menegaskan akan terus siaga menjaga keamanan dan meminta masyarakat tidak terpancing provokasi pasca-pembatalan.[]