Iqro'Sport

Zohri dan Potensi Atlet Berprestasi Dari Pelosok Negeri.

Juli 2018, jagat sosial media Indonesia mendadak ramai, setelah aksik heroik Lalu Muhammad Zohri berhasil menjuarai kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia viral

Zohri, sebagaimana dilansir Tirto meraih medali emas di nomor lari 100 mete setelah berhasil mengungguli kecepatan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, dengan catatan waktu 10,18 detik. Zohri masuk jajaran sprinter junior yang diperhitungkan di level dunia.

Zohri mungkin satu diantara sekian banyak atlet daerah pinggiran yang perlu terus digali, dibina dan mendapatkan perhatian. Sebab bukan tidak mungkin masih terdapat banyak anak dengan potensi menjanjikan seperti Zohri, tapi karena terkendala kondisi ekonomi dan keterbatasan akses sarana pendukung, bakat serta kemampuan dimiliki harus terpendam.

Zohri menjadi salah satu bukti atlet daerah yang awalnya tidak diperhitungkan dan diunggulkan, di luar dugaan mampu memberikan kejutan, dengan mempersembahkan prestasi membanggakan. Ia telah membuktikan, bahwa atlet berprestasi tidak selalu datang dan dihasilkan dari mereka, anak metropolitan yang dari sisi akses fasilitas dan pendidikan lebih menjanjikan, tapi prestasi juga bisa ditorehkan anak pinggiran, meski dengan segala keterbatasan.

Kemunculan sejumlah atlet berprestasi seperti Zohri dan atlet lain dari anak pinggiran, meski menjadi atensi pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, bahwa dalam pencarian dan pembinaan atlet harus merata dan tidak boleh diskriminatif, hanya terfokus di kota besar.

Akses, perhatian dari fasilitas pendukung juga mesti diberikan secara lebih maksimal bagi pembinaan atlet di daerah, agar atlet berprestasi bisa lebih banyak dihasilkan, baik cabang olahraga atletik maupun Cabor lain yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sebab bukan tidak mungkin masih banyak terdapat anak – anak di daerah, yang dari sisi skill, cukup menjanjikan di bidang olahraga, tapi karena minim perhatian dan keterbatasan ekonomi termasuk akses fasilitas pendukung, potensi dimiliki akhirnya terpendam.

Pencarian dan pembinaan bibit atlet sejak usia dini penting dilakukan, guna mempersiapkan atlet lebih matang ketika terjun dalam kejuaraan atau kompetisi, tidak saja fisik, juga mental bertanding dalam kondisi dan situasi apapun

Anggaran pembinaan termasuk kesejahteraan atlet juga penting diperhatikan, khususnya oleh pemerintah daerah, sebagai suntikan semangat agar terus berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Jangan sampai perhatian baru diberikan setelah atlet bersangkutan ramai jadi sorotan atau karena kepentingan politik pencitraan.

Banner IDwebhost
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button