Iqro'

Orang Gerung Bicara Intelijen

(Air sudah mendidih, siap dituang ke gelas kopi. Bismillahirrahmanirrahim nulis)

Saya dan negara mungkin sama bodohnya soal dunia intelijen, dunia intip-mengintip, sadap-menyadap. Hanya kebodohan saya lebih bawah satu tingkat dari negara. Kenapa? Minimal saya bisa menyimpulkan secara sederhana dunia intel dari pengalaman pacaran dulu. Soal teknik mengumpulkan informasi sebelum nembak idaman hati. Bisa soal nama orang tuanya, makanan kesukaannya, atau nama laki-laki lain yang sedang mendekatinya. Bahasanya mungkin tidak secanggih “sadap”, tapi “nanya-nanya” sana-sini, contoh sederhana dari operasi intelijen. Sasaran nanya-nanya saya harus orang-orang disekitarnya, orang-orang yang punya keterkaitan dengannya. Pakem saya mirip dengan yang sudah dilakukan Australia. Entah apa yang sedang diinginkannya dari Indonesia, dinas intelijen  negeri ini lalu menyadap Hp SBY, istrinya, menteri, dan pejabat penting lainnya.  Tidak mungkin Australia menyadap Hp tukang becak yang isinya percakapan soal setoran melulu.

Baiklah. Soal kebodohan ini kita tinggalkan dulu. Tahun  1951, perdana menteri Israel, David Ben Gurion, mengeluarkan statemen masyhur bagi rakyatnya “Untuk negara kita yang sejak berdirinya telah berada di bawah ancaman musuh-musuhnya,  maka konstitusi intelijen ialah garis terdepan pertahanan kita”. Statemen ini menandai terbentuknya Badan intelijen dan operasi khusus Israel bernama Mossad. Tahun-tahun selanjutnya, Mossad membuktikan diri sebagai badan intelijen, penyamaran dan kontrateror yang disegani dunia. Israel tidak punya apa-apa.  Dikepung negara-negara arab yang membencinya, Israel tetap kokoh. Arab menganggap Israel licik berperang ( namanya juga perang, ya harus licik). Masa awal, Mossad bertugas melakukan penyelamatan terhadap warga Yahudi yang tersebar di negara-negara musuh untuk dikembalikan ke Israel. Mossad paling dikenal lewat teknik penyamaran anggota-anggotanya.

1 2 3Laman berikutnya

Cek juga

Close
Back to top button
Close