HeadlineLingkungan

Atasi Lahan Kritis, Masyarakat Diminta Ikut Galakkan Gerakan Menanam Pohon.

MATARAM – QOLAMA.COM | Mengatasi kondisi sebagian lahan kritis di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama lahan kawasan hutan, semua kalangan, terutama masyarakat diharapkan bisa ikut membantu menangani, dengan ikut menggalakkan gerakan menanam pohon.

“Jika seluruh pihak berkontribusi, baik komunitas pegiat dan aktivis pecinta lingkungan, sekolah, desa, dan masyarakat. Maka ditahun 2023, 152.000 Hektar lahan kritis akan segera teratasi,” tutur kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah ketika menghadiri gerakan menanam 1.000 pohon di kawasan hutan Pusuk, Lombok Barat, Sabtu 22 Februari 2020.

Sebab warisan terbaik yang bisa ditinggalkan kepada anak cucu di massa akan datang adalah lingkungan yang baik, hijau, asri dan lestari. Sebagai akal fikiran, tentu manusia bisa memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya.

Menurut Rohmi, Pemprov NTB tidak bisa berjalan sendirian, semua pihak dari berbagai kalangan harus ikut berkontribusi dan memiliki frekuensi yang sama untuk menjaga lingkungan. NTB merupakan daerah dengan keindahan alam, budaya dan berbagai kerajinan yang jarang ditemukan di daerah lain.

“Saat ini teknologi sangat berperan paling depan, dari itu, dalam memasarkan destinasi wisata juga jangan lupa untuk menggunakan teknologi, dengan memanfaatkan teknologi seluruh dunia akan melihat dan berkunjung”

Rohmi juga mengajak semua komunitas dan stakeholder untuk bergerak bersama memperjuangkan NTB asri dan lestari untuk NTB Bersih dan Hijau.

Yasir Aulia selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa Maville Competition 3.0 saat ini akan lebih fokus di lingkungan, penanaman pohon bertujuan untuk mendukungmu NTB Asri dan Lestari.

“Harapan saya kedepannya, setiap anak muda wajib mengambil peran atau mengambil bagian untuk sesuatu yang sifatnya berdampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button