EkbisHeadlineNewsPariwisata

Bukit Wisata Pink, Atraksi Wisata Baru KEK Mandalika Lombok.

LOMBOK TENGAH – QOLAMA.COM | Sebagai salah satu terobosan mengembangkan keindahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengembangkan bukit Wisata Pink, sebagai atraksi wisata baru KEK Mandalika.

“Proyek Pink Mandalika merupakan proyek penanaman bunga Bougainville berwarna pink di tujuh bukit di seputar area Jalan Khusus Kawasan (JKK) dengan luasan lahan ditanami mencapai 26,5 ha yang rencana total penanaman 500.000 bibit dalam 3 tahun mendatang” kata Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan melalui siaran persnya, Rabu 23 September 2020.

Dijelaskan, sejak Mei 2020 lalu, ITDC tengah melakukan penanaman tahap I di satu bukit seluas ±4 ha dan telah ditanam sebanyak ±16.200 bibit Bouganville pink/ungu dari target penanaman bibit sebanyak 40.000 bibit pada tahun 2020 di bukit tersebut.

Pemilihan bunga Bouganville untuk ditanam di bukit ini karena ketahanan bunga ini terhadap panas dan sesuai dengan iklim Indonesia yakni iklim tropis, kondisi iklim mikro (area pesisir), daerah yang kurang air, dan mudah berkembang biak.

“Selain penanaman bibit, saat ini telah dilaksanakan pula pekerjaan infrastruktur penunjang Pink Mandalika yaitu penyiapan sumur, jaringan irigasi area, penyiapan lubang tanam dan pupuk komposting serta jalan akses untuk pemeliharaan” katanya.

Proyek tahap I sendiri ditargetkan akan selesai pada Desember 2020. Proyek dengan tema Pink Hill ini merupakan proyek atraksi wisata yang menggabungkan konsep wisata bunga atau wisata alam dengan program konservasi lingkungan.

Pink Hill yang terletak di sekitar JKK akan menjadi obyek wisata baru yang dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke The Mandalika sekaligus menjadi pemandangan yang menarik saat berlangsungnya event Motor GP 2021 mendatang.

“Proyek Pink Mandalika sendiri mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi NTB dalam menyalurkan pupuk komposting dan bibit bunga”

Lebih lanjut ia menambahkan, proyek dilaksanakan dalam bentuk program padat karya dengan melibatkan masyarakat sekitar yang berasal dari desa penyangga Mandalika khususnya masyarakat yang terdampak Covid-19.

Saat ini, telah terserap kurang lebih 15 orang warga lokal yang berasal dari Desa Sukadana, Lombok Tengah, dimana mereka dilibatkan untuk bekerja sebagai Gardener, Perawat Tanaman dan Operasional Taman.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh Kementerian dan lembaga terkait dalam pembangunan Pink Hill, sampai saat ini proses penanaman berjalan dengan lancar, dan kami yakin dapat menyelesaikan pembangunan tahap pertama pada akhir tahun ini,” tambah Ngurah Wirawan.

Selain Proyek Pink Mandalika, ada sejumlah proyek aktif lain dalam kawasan yang juga dilaksanakan dengan melibatkan warga sekitar The Mandalika, antara lain: proyek pembangunan pengendali banjir yang dilaksanakan bekerjasama dengan instansi PU Balai Wilayah Sungai dengan serapan tenaga kerja lokal mencapai 34 orang.

Proyek pembangunan jalan akses gerupuk menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 80-90 orang, dan proyek JKK diperkirakan menyerap tenaga kerja lokal (langsung dan tidak langsung saat proyek masih berjalan) sebanyak ±3.000 orang.

“Kami sebagai BUMN pengembang destinasi pariwisata, berkomitmen untuk terus menjalankan tugas dalam mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika seperti yang telah diamanahkan Pemerintah kepada kami.

“Pelibatan masyarakat sekitar The Mandalika untuk menjadi subyek dalam pengembangan destinasi wisata ini merupakan salah satu fokus perhatian kami sehingga semakin banyak masyarakat khususnya warga NTB dan Lombok Tengah yang merasakan manfaat sosial ekonomi dari keberadaan ITDC dan The Mandalika,” tutup Wirawan.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button