HeadlinePertanian

Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas, Fakultas Pertanian Unizar Mataram Gelar Penyuluhan.

LOMBOK TENGAH – Pola tanam atau cara bercocok tanam menjadi salah satu faktor yang menentukan produktivitas dan hasil pertanian masyarakat. Petani perlu dibekali dengan pengetahuan cara bercocok tanam yang benar, agar hasil didapatkan bisa memuaskan.

“Untuk itulah Fakultas Pertanian dan Sains, Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara memberikan penyuluhan cara bercocok tanam, dalam upaya meningkatkan hasil pertanian, ” kata Rektor Unizar Mataram, Dr. Muh Ansyar, ketika menghadiri penyuluhan pertanian di Desa Bonder Loteng, Sabtu 12 September 2020.

Ia pun menyambut baik keinginan petani Desa Bonder untuk terus mendapatkan pembinaan. Unizar sendiri saat ini memiliki 3 desa binaan, Desa Jeringo, Gelangsar dan Mekarsari. Khusus Desa Bonder, kami akan bicarakan dan siap dilakukan pembinaan.

Ansyar memberikan masukan kepada petani Desa Bonder supaya tidak hanya bergantung pada komoditi padi saja, ada komoditi lain seperti semangka.

“Biarkan mereka tanam padi, nanti kita beli dari hasil jual semangka. Bisa juga tanam Jagung, buat kerepek Jagung, tapi bikin brand, sehingga kalau ada yang ingin makan kerepek jagung harus ke Bonder”

Dekan Fakultas Pertanian dan Sains, Unizar Mataram, Ir H Muksin menegaskan, penyuluhan atau bimbing oleh perguruan tinggi merupakan kewajiban, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi bahkan diwajibkan melakukan penyuluhan setiap 6 bulan sekali, jika tidak, maka berpengaruh kepada Dosennya.

Ia berjanji akan mengupayakan, agar pembinaan dilakukan Unizar tidak saja dilakukan sekali, tapi berlangsung secara kontinyu dalam upaya meningkatkan kemampuan bercocok tanam petani.

Herdiana Dosen Pertanian Unizar asal Desa Bonder, memaparkan penyebab pertanian sulit berkembang di era modern ini yakni, Sumber Daya Manusia (SDM) Petani yang perlu diberikan pemahaman cara bertani di era modern.

Kondisi lahan yang terus berkurang, dan teknologi belum sepenuhnya diterima masyarakat, karena belum mengetahui cara mengoperasikannya.

“Kadang petani masih berpegang pada cara lama, dan lebih simpel seperti menggunakan pupuk un organik, padahal pupuk organik lebih berkualitas mampu menyuburkan tanaman petani,” tuturnya.

Sekretaris Desa Bonder, Junaidi menjelaskan, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga kegiatan yang dilakukan Fakultas Pertanian dan Sains Unizar Mataram sangat berharga bagi Petani.

“Terlebih di masa pandemi Covid-19, para petani sangat mengharapkan pendampingan dan pembinaan supaya hasil pertanian masyarakat bisa mensejahterakan petani,” ungkapnya.

Junaidi memaparkan, Desa Bonder terdiri dari 22 dusun, sebanyak 90 persen mata pencaharian masyarakat dari petani. Jumlah kelompok tani sebanyak 28, dan sebanyak 4 Gapoktan. Mereke butuh penyuluhan kalau dilihat dari situasi dan kondisi saat ini.

Sering kali petani mengalami rugi saat bercocok tanam. Berbagai komoditi pernah dicoba namun tetap gagal, sehingga diharapkan pihak Unizar memberikan ilmu cara bertani supaya berhasil.

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button