
SSilaturahim Alim Ulama dalam rangka Haul Gus Dur ke-15 berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Minggu (22/12/2024). Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin.
Dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin mengenang Gus Dur sebagai sosok yang menjadi inspirasi kaum Nahdliyyin untuk terus bergerak tanpa lelah. Ia menyebut Gus Dur sebagai teladan umat yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, toleransi, kesetaraan, dan pengorbanan.
“Semangat beliau untuk rakyat luar biasa, bahkan hingga jelang wafat. Gus Dur tidak hanya bicara, tapi juga mencontohkan. Nilai-nilai yang diperjuangkannya harus terus kita jaga,” ujar Ma’ruf Amin dalam pidatonya.
‘Setelah Jadi Wapres, Saya Kembali ke Pesantren’
Dalam kesempatan itu, KH Ma’ruf Amin juga mengungkapkan rencananya setelah tak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia mengaku ingin lebih banyak waktu bersilaturahmi dengan para kiai dan kembali ke dunia pesantren.
“Setelah tidak lagi menjabat, saya lebih leluasa bertemu kiai-kiai di pelosok negeri. Semua ini adalah bagian dari upaya melanjutkan perjuangan Gus Dur, yang selalu membela kaum lemah dan merindukan keadilan,” kata Ma’ruf.
Namun, ia juga menyinggung posisinya sebagai Dewan Syuro PKB. Ma’ruf mengaku sebenarnya tak ingin lagi aktif di politik, tetapi ia khawatir akan ada mudarat lebih besar jika ia menolak.
“Saya sebenarnya sudah tidak mau aktif, tapi demi menjaga persatuan di tubuh partai, saya ambil peran ini,” tegasnya.
Launching Pojok Gus Dur
Pada acara tersebut, KH Ma’ruf Amin juga secara resmi meluncurkan Pojok Gus Dur di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Pojok Gus Dur ini diinisiasi untuk menjadi ruang belajar dan diskusi bagi para santri dan mahasiswa Institut Agama Islam Qomarul Huda.
“Ini adalah tempat untuk menyemai sembilan nilai perjuangan Gus Dur. Harapannya, bisa menjadi ruang berdialektika untuk semua civitas akademika di sini,” kata Sadip Sayuti, dosen sekaligus salah seorang penggerak Gusdurian Lombok Tengah.
Pojok Gus Dur diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dan santri untuk belajar, berdiskusi, dan memperdalam gagasan-gagasan Gus Dur, terutama yang berkaitan dengan keadilan sosial dan toleransi.
Momentum untuk Refleksi
Acara Haul Gus Dur ke-15 ini menjadi momen penting bagi masyarakat Lombok, khususnya kalangan pesantren, untuk kembali merenungkan perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Gus Dur.
“Gus Dur adalah inspirasi yang tak pernah habis. Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin di sini semakin menguatkan semangat kami untuk melanjutkan perjuangan beliau,” ujar salah satu peserta acara.
Haul ini juga menandai langkah konkret untuk menjaga dan melestarikan gagasan Gus Dur di tanah Lombok, menjadikannya sebagai inspirasi bagi generasi muda yang peduli terhadap keadilan dan kesetaraan.[]