
Petani Berharap Harga Tembakau Tahun Ini Bisa Lebih Menguntungkan
Lombok Tengah – Memasuki musim panen tembakau tahun ini, para petani berharap harga jual tembakau dapat lebih menguntungkan dibandingkan musim sebelumnya.
Harapan tersebut muncul seiring meningkatnya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya tenaga kerja, hingga kebutuhan perawatan tanaman yang terus mengalami kenaikan.
Sejumlah petani mengaku telah mengeluarkan modal yang cukup besar sejak awal masa tanam. Karena itu, mereka berharap perusahaan pembeli dapat menetapkan harga yang layak agar hasil panen mampu memberikan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan petani beserta keluarganya.
Sofwan, petani tembakau Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), mengatakan bahwa kualitas tanaman tembakau tahun ini cukup baik karena didukung kondisi cuaca yang relatif stabil.
Dengan kualitas daun yang lebih baik, petani optimistis hasil panen akan diminati oleh pabrikan maupun mitra pembeli.
“Kami berharap harga tahun ini lebih baik dari musim lalu. Biaya produksi terus naik, sehingga harga jual juga harus mampu menutupi biaya dan memberikan keuntungan bagi petani,” ujarnya kepada Qolama, Kamis 30 Juli 2026
Selain harga yang menguntungkan, petani juga berharap proses pembelian berlangsung secara terbuka dan transparan. Penetapan grade atau kualitas tembakau diharapkan dilakukan secara objektif sehingga petani memperoleh harga sesuai mutu hasil panennya.
Muhzar, petani tembakau, Desa Banyu Urip menambahkan, musim tanam 2026, selain cuaca yang mendukung, petani yang menanam tembakau juga relatif lebih sedikit, sebagian petani memilih tidak menanam tembakau, dan memilih tanaman lain.
Menurut Muhzar, dengan kondisi tersebut, dipastikan, hasil panen tahun ini bisa lebih kompetitif dan banyak dicari pembeli, baik untuk diomprong maupun dirajang, menggunakan mesin.
“Harapannya, dengan volume dan berkurangnya petani yang menanam, tanaman tembakau yang sekarang akan banyak dicari, dengan harga lebih mahal” ungkap Muhzar optimis.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas tembakau melalui berbagai program pembinaan serta dukungan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing hasil panen.
Musim panen tahun ini menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh petani. Mereka berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun perusahaan pembeli, dapat bersinergi menjaga stabilitas harga
Sehingga usaha budidaya tembakau tetap memberikan keuntungan dan menjadi penopang ekonomi masyarakat di sentra-sentra penghasil tembakau.