AnggaranHeadlineLombok TengahSosial

Pilkades Serentak Loteng 26 Agustus, PAW Menyusul

PRAYA, QOLAMA.COM | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak untuk 16 Desa di Kabupaten Lombok Tengah dipastikan akan berlangsung 26 Agustus 2020 mendatang. Sementara untuk sejumlah desa yang akan menjalani Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) akan berlangsung setelah itu.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Tengah Jalaluddin kepada Qolama, Senin 3 Agustus 2020.

Dikatakannya, sejumlah persiapan telah dilakukan DPMD termasuk menjaga kondisifitas dan keamanan masyarakat desa dalam mengikuti pesta demokrasi di desa mereka.

“Termasuk kemungkinan terjadinya konflik berkepanjangan pra maupun pasca Pilkades” Ungkapnya.

Untuk itu, DPMD meminta agar calon kades berkampanye dengan santun dan ikut membuat suasanan kondusif pemilihan kepala desa. Ia meminta agar para calon kades juga mengurangi janji-janji kampanye yang berlebihan seperti menjanjikan pemilihnya merombak perangkat desanya (Prades) jika terpilih atau janji-janji lain yang belum tentu bisa ia laksanakan.

“Lebih baik Calon Kepala Desa meyakinkan pemilih dengan cara adu gagasan, visi misi dan program strategis ke depan dalam membangun desanya” Tegasnya.

Sementara itu, terkait adanya sejumlah desa yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) karena kepala desanya berhenti, diberhentikan atau meninggal dunia, masing-masing desa telah terdapat penjabat kepala Desa Sementara (PJS).

Desa Durian Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah misalnya, kepala desanya saat ini telah dijabat sementara oleh Camat Janapria untuk selanjutnya ditugaskan mempersiapkan panitia dan hal hal lain dalam rangka musyawarah desa Untuk Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW).

“Kita rencanakan setelah selesai 16 Pilkades pada Agustus bulan ini,” Tandasnya.

Adapun untuk tata cara dan aturan pemilihan kades PAW dikatakan Jalal sudah sangat jelas diatur dalam Perda dan Perbup Kabupaten Lombok Tengah. Hanya saja kata dia, untuk tetap menjaga kondusifitas ditengah masyarakat, ia menghimbau semua perangkat desa (Prades) tidak ikut nimbrung dalam politik praktis Pilkades, baik pilkades serentak maupun Pilkades PAW.

“Prades hendaknya bersikap netral dan sebaiknya fokus pada pekerjaan yang dibebankan sesuai dengan tupoksinya.” Tegasnya.

Dikutip dari Perda Nomor 12 tahun 2019 Kabupaten Lombok Tengah, proses pemilihan Kades PAW dilaksanakan dengan Musyawarah Desa mulai dari penetapan bakal calon sampai musyawarah yang diikuti oleh beragam unsur masyarakat mulai dari Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, perwakilan kelompok tani, nelayan, pengerajin, kelompok perempuan, pemerhati lingkungan dan anak serta perwakilan dari kelompok masyarakat miskin. Hingga penetapan kades PAW terpilih. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button