AgamaFeaturesHeadlineTokoh

Profil KH Ahmad Chalwani Nawawi Rais JATMAN Periode 2024-2029

Suasana hangat dan khidmat menyelimuti Asrama Haji Donohudan, Boyolali, saat tiba acara puncak Kongres Ke-13 Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Majelis sidang pleno, menetapkan KH Ahmad Chalwani Nawawi sebagai Rais dan KH Ali Masykur Musa sebagai Mudir ’Aali JATMAN untuk masa khidmat 2024-2029. Pemilihan ini dilakukan melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang melibatkan sembilan ulama.

Terpilihnya KH Ahmad Chalwani menarik perhatian publik, terutama karena kiprah dan kontribusinya selama ini. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi di Berjan, Gebang, Kabupaten Purworejo, ini dikenal sebagai ulama tarekat yang memimpin Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dengan ratusan ribu pengikut.

Dari Pesantren ke Dunia Internasional

KH Ahmad Chalwani lahir pada 19 Desember 1954 di keluarga pesantren. Putra ketiga dari pasangan KH Muhammad Nawawi dan Nyai Saodah ini menghabiskan masa mudanya berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain. Ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo, Kediri. Pendidikan formalnya ditempuh di SDN Gintungan hingga perguruan tinggi di STAI Shalahuddin Al-Ayyubi, Jakarta.

Selepas wafatnya sang ayah pada 1982, Chalwani mengambil alih kepemimpinan Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, yang kemudian ia ubah namanya menjadi Pondok Pesantren An-Nawawi pada 6 Januari 1996. Pesantren ini terus berkembang pesat, kini memiliki lebih dari 2.000 santri, termasuk dari luar negeri seperti Malaysia.

Tak hanya di pesantren, KH Ahmad Chalwani juga aktif berdakwah ke luar negeri. Negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Tiongkok pernah menjadi tujuannya untuk menyampaikan ajaran Islam.

Pendidikan dan Tarekat

Di bawah kepemimpinannya, Pondok Pesantren An-Nawawi mengintegrasikan pendidikan salafiyah dengan pendidikan formal. Ia mendirikan lembaga pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An-Nawawi.

Sebagai mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Chalwani membimbing jamaah tarekat di berbagai wilayah Indonesia hingga Johor Bahru, Malaysia. Melalui pendekatan tarekat, ia mengirim dai muda ke pelosok untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat.

Jejak Politik dan Keluarga

Selain aktif di bidang dakwah, KH Ahmad Chalwani pernah menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009 mewakili Jawa Tengah. Di luar aktivitasnya, ia hidup bersama istri tercintanya, Nyai Siti Sa’adah, yang merupakan putri dari KH Ahmad Abdul Haq Dalhar, pengasuh Ponpes Darussalam, Muntilan.

Kini, dengan amanah baru sebagai Rais JATMAN, KH Ahmad Chalwani menghadapi tantangan besar untuk menjaga dan memajukan tradisi tarekat di tengah dinamika zaman. Namun, rekam jejaknya sebagai ulama, mursyid, dan pemimpin pesantren menjadi modal utama untuk mengemban tugas besar ini.[]

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button