HeadlineKLU

Sekda KLU Buka Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintergrasi 2021

TANJUNG, QOLAMA.COM | Angka stunting di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tahun 2019 sempat mengalami penurunan namun angkanya kembali memburuk tahun 2020 ini. Namun demikian, Pemda KLU berkomitmen menurunkan kembali angkanya hingga 2 persen setiap tahun.

“Komitmen ini menjadi komitmen bersama yang dicantumkan di RPJMD. Saya ajak semua pihak untuk menjadikannya kewajiban bersama guna mewujudkan target penurunan angka stunting di KLU,” Ujar Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH mengadakan urun rembug stunting terintegrasi Aksi percepatan penurunan angka stunting di KLU pada Selasa, (30/6/2020).

Urun Rembuk stunting ini sedianya akan diadakan ajwal tahun lalu tetapi dimundurkan ke pertengahan tahun karena banyaknya persoalan yang dihadapi Kabupaten Paling Baru di NTB ini termasuk Pandemi Covid-19.

“Patut kita syukuri bersama, untuk Covid-19, sekarang daerah kita sudah nol kasus positif . Saya berharap ini bisa terus kita pertahankan hingga keadaan bisa kembali normal ,” Harapnya.

aksi-penurunan-angka-stunting-klu
Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH membuka Urun rembug stunting terintegrasi Aksi percepatan penurunan angka stunting di KLU pada Selasa, (30/6/2020).  FOTO. Humaspro KLU

Sekda meminta semua jajarannya untuk fokus lantas dan meningkatkan koordinasi untuk saling melengkapi dalam bekerja membenahi semua persoalan di KLU.

Sementara itu, dikesempatan yang sama Ketua DPRD KLU Nasrudin, SHI menyampaikan, stunting menjadi persoalan krusial yang harus segera diselesaikan Pemerintah KLU.

Politisi Gerindra ini berharap Pemerintah KLU dapat membangun sinergitas antara lembaga untuk menurunkan angka stunting yang semakin besar.

“Prosesnya kita mulai dari mana, apakah dari diri kita sendiri atau rumah tangga yang memiliki keluarga hamil. Dampak stunting ini sendiri berpengaruh pada sektor ekonomi. Artinya jika angka stunting semakin tinggi, tentu perekonomian kita akan semakin menurun. Meski pascagempa tetap tidak menghilangkan spirit kita menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Dikatakannya, peran semua pihak untuk saling mengintervensi satu sama lain agar bersama-sama menurunkan angka stunting.

“Pada dasarnya, kami di DPRD mendukung sepenuhnya untuk bersama-sama berupaya menurunkan angka stunting ini,” pungkas Anggota DPRD KLU Dapil 3 tersebut.

Kadis Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin optimis, upaya menurunkan angka stunting akan mencapai target diawali dengan aksi rembuk stunting ini.

“Tahun 2019 Lombok Utara memiliki 10 lokus Desa Stunting. Ditahun 2020 ini bertambah 6 Desa. Jadi, 16 lokus Desa Stunting yang harus kita selesaikan persoalannya. Semoga saja dengan beberapa program aksi yang dilakukan pemerintah daerah bisa menurunkan angka lokus yang ada di KLU,” Ujar dr. Bahrudin.

Selain dihadiri Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH dan Ketua DPRD KLU Nasrudin, SHI, rembuk stunding ini juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD, para Camat, Ketua AKAD, para Kepala Desa, dan sejumlah aktifis NGO di Kabupaten Lombok Utara. []

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button