HeadlineIqro'

Strategi Kunci Optimalisasi Jam’iyah NU

Kuncinya optimalisasi jam’iyah NU terletak pada penguatan peran lembaga, banom dan MWC. Lembaga, bonom, MWC dan Ranting yang berdaya akan melahirkan gerakan NU yang lebih ter-struktur, sistimatis dan masif. Lembaga, banom, MWC dan Ranting bisa bergerak secara optimal, bukan semata karena dana tapi dimulai pada proses merumuskan programnya dan strategi organisasi pada saat RAKER atau MUSYKER.

Yusuf Tantowi

*Mitra Strategis

Hari Rabu (29/9), kemarin setelah sholat Isya’, pengurus Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) dan Ikatan Sarjana Nahdaltul Ulama (ISNU) Lombok Barat mengadakan diskusi dikantor Lakpesdam NU Lombok Barat di Banyumulek. Tema yang dibahas, “Optimalisasi Jam’iyah untuk Membangun Peradaban An Nahdliyyah”. Tema ini yang diangkat oleh panitia Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Ke –XIII, Sabtu-Ahad, 2-3 Oktober 2021 di Ponpes Darussalam, Tanak Beak, Narmada, Lombok Barat.

Peserta yang hadir tentu saja pengurus dan anggota badan – badan otonom dan lembaga Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Lombok Barat. Hadir sebagai pemantik diskusi Dr.H.Ahyar Fadly, MS.i, Katib Syuriah dan H.Ali Maksum, MS.i, Sekretaris PCNU Lombok Barat. Seperti biasa acara yang dihadiri oleh orang-orang NU, jalannya diskusi penuh dengan humor dan gelak tawa.

Saya memang mengusulkan agar ada lembaga atau banom yang mengadakan diskusi untuk meramaikan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Ke –XIII tersebut. Forum – forum diskusi itu penting diadakan guna menumbuhkan wacana dari kalangan generasi muda untuk memikirkan ide dan gagasan bersama membangun jam’iyah NU kedepan. Apa lagi sekarang banyak anak-anak muda NU Lombok Barat mengisi kedai-kedai kopi dan taman untuk membuat diskusi kelompok.

Dalam setiap Konfercab atau Konferwil, orang lebih tertarek membicarakan kandidat calon ketua, sekretaris dan rois syuriah dari pada membicarakan program strategis organisasi. Membicarakan kandidat calon ketua, sekretaris dan rois syuriah bukan tidak penting namun membicarakan itu sering kali bias dengan kepentingan kelompok politik tertentu. Akhirnya kesempatan membicarakan, mengevaluasi dan merefleksikan gerakan NU kedepan menjadi terabaikan. Padahal tantangan dan perubahan yang dihadapi warga nahdliyin kedepan sangat konflek.

Tema yang diangkat pada Konfercab ini menurut saya sangat tepat dan penting dibahas berangkat dari kondisi NU Lombok Barat lima tahun belakangan ini. Program optimalisasi sumber daya manusia (SDM) warga Nahdliyin Lombok Barat harus dijadikan sebagai program strategis kedepan. Apa lagi struktur lembaga-lembaga, badan-badan otonom (banom), MWC dan ranting sudah terbentuk semua. Walau tidak semua menjalankan program dengan baik terkendala faktor internal –eksternal.

Strategi Kunci

Setelah mendengar penjelasan dan cerita pengurus lembaga, banom, MWC dan Ranting yang hadir pada diskusi itu, saya menyampaikan strategi optimalisasinya bisa dimulai dengan memperkuat peran lembaga, banom, MWC dan Ranting. Pengurus lembaga, banom, MWC dan ranting perlu didorong untuk menerapkan konsep dan managemen pengelolaan organisasi yang baik dan modern. Mulai dari penyusunan program, strategi program, pelaksanaan kegiatan, penggalian sumber dana (keuangan), monitoring evaluasi (Monev) dan pelaporan.

Kunci pengelolaan managemen organisasi yang baik menurut saya bisa dilihat pada proses pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) atau Musyawarah Kerja (MUSYKER) organisasi. RAKER atau MUSYKER bukan saja tempat membahas usulan kegiatan, namun juga forum merumuskan pikiran-pikiran strategis yang akan menjadi dasar membuat program kerja organisasi. Di sini lah dibicarakan dan putuskan strategi planing organisasi (SPO) untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun bahkan 30 tahun kedepan.

Makanya SPO ini sangat penting karena menyangkut arah dan tujuan organisasi melangkah. Kalau diibaratkan perahu layar, SPO itu berfungsi sebagai kompas – penunjuk arah yang akan membantu menentukan arah dan tujuan perahu akan berlayar dan berlabuh dimana. Pada saat RAKER atau MUSYKER disampaikan kondisi organisasi atau lembaga, kegiatan apa yang sudah dilaksanakan, problem dan capaian apa saja yang telah dihasilkan selama satu periode. Semuanya mesti disampaikan secara tertulis, bukan secara lisan.

Banner IDwebhost

Pada lembaga atau organisasi yang bertujuan menciptakan dan mendorong perubahan sosial serta berorientais hasil bagi kelompok masyarakat, biasanya mempersiapkan konsep dan pelaksanaan RAKER atau MUSYKER secara serius. RAKER atau MUSYKER dipersiapkan matang dari segi konsep, agenda, materi (bahan yang akan dibahas), ahli (exspert) dan fasilitator yang akan membantu merumuskan pikiran-pikiran strategis organisasi. Bukan RAKER atau MUSYKER yang dirancang seremonial tempat mendengarkan pidato setelah itu makan-makan.

RAKER yang baik dan matang secara konsep akan menghasilkan program dan arah organisasi yang berorientasi kerja bukan organisasi kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol. Proses RAKER ini juga akan memberikan proses pembelajaran yang penting bagi kader-kader lembaga atau organisasi kedepan. Pada saat RAKER akan nampak, manan organisai yang berorientasi pada program atau mana yang berorientastasi kegiatan.

Lembaga dan organisasi yang berorintasi kegiatan akan berpikir, pokoknya kegiatan jalan, masalah hasil persoalan lain. Satu dua tiga kegiatan dianggap sudah bagus meski dampak atau hasilnya tidak jelas. Ada pun lembaga dan organisasi yang berorintasi program akan berpikir keras menemukan masalah terlebih dahulu baru menyusun program. Maka program yang dibuat bertujuan untuk menciptakan perubahan ditengah masyarakat. Program juga direncanakan untuk menemukan (menjadi) solusi dari masalah yang dihadapi oleh masyarakat (kelompok) yang menjadi sasaran program mereka.

Oleh sebab itu program biasanya akan disusun secara logis, sistimatis dan terencana. Baik dari segi waktu pelaksanaan, peserta, dana dan monitoring avaluasi. Untuk melihat hasil atau dampak dari sebuah program biasanya dibuat ‘alat ukur’ (tool) tertentu yang sudah dipakai diberbagai tempat. Maka pada saat RAKER, pengurus harus bisa membedakan mana program dan mana kegiatan (aktivitas). Kalau tidak bisa membedakan keduanya, maka akan repot menyusun program jangka panjang.

Ada banyak teori atau pendekatan (tool) yang bisa dan sudah lama dipakai oleh berbagai negara mau dalam merumuskan program strategis yang berorientasi untuk menciptakan perubahan sosial ditengah masyarakat. Pertama, Logical Framwork Analisis (LFA) – sebuah pendekatan program yang berbasis data, masalah, identifikasi aktor dan solusi rasional untuk mendorong dan menciptakan perubahan ditengah kelompok masyarakat.

Kedua, Appresiative Inquiry (AI), sebuah pendekatan menyusun program berdasarkan modal sosial, contoh serta pengalaman baik yang telah berlangsung dikelompok masyarakat tersebut. Cerita dan praktek-praktek baik itu lah yang akan terus dikembangkan dalam program organisasi / lembaga bersangkutan. Masing-masing pendekatan ini tentu punya cara, langkah, strategi dan alat ukur keberhasilan tersendiri yang bisa dipraktekkan dan nilai sendiri.

Maka peran optimal jam’iyah NU akan nampak dan dirasakan secara kuat oleh masyarakat NU Lombok Barat manakala pengurus lembaga, banom, MWC dan ranting bergerak menjalankan program-program strategis sebagaimana mandat (amanah) lembaga (organisasi) mereka. Disini peran pengurus cabang (PC) bukan hanya sebagai komando tapi instruktur, penggerak dan memonitoring program lembaga, banom, MWC dan ranting yang mereka berikan surat keputusan (SK) sebagai pengurus.

Lembaga, bonom, MWC dan Ranting akan berdaya dan bergerak secara ter-struktur, sistimatis dan masif kalau program kerja mereka terumuskan dengan baik melalui RAKER/MUSYKER yang terencana dan terkonsepd dengan baik untuk melahirkan program kerja strategis berbasis data, masalah dan solutif. Melalui RAKER itu lah biasanya ide-ide kreatif untuk mencari sumber daya dan sumber dana kegiatan akan muncul. Termasuk mengidentifikasi pihak-pihak internal – ekternal organisasi yang bisa di gandeng untuk berkolaborasi mendanai kegiatan.

Melalui RAKER yang benar tidak ada alasan lagi tidak bisa membuat program dan sumber dana kegiatan. Percaya saja, akan selalu ada orang, instansi atau lembaga yang bisa mensupport dana mana kala kita mampu memberikan solusi dari masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Tinggal kembali kepada kita, apakah mampu melahirkan ide dan gagasan baru yang dapat memberikan solusi dan perubahan yang dialami oleh masyarakat.

Selamat & sukses pelaksanaan Konfercab PCNU Lombok Barat ke -XIII dan Konfercab PCNU Kota Mataram. Semoga melahirkan program – program strategis solutif bagi jamaah & jam’iyah Nahdliyin. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button